Pemerintah mengizinkan daerah dengan level 1 hingga 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah secara terbatas.
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito meminta pemerintah daerah, satuan pendidikan dan orang tua murid bekerja sama dalam memantau pelaksanaan PTM di sekolah. Upaya ini untuk mencegah potensi penularan Covid-19.
"Jika nanti ditemukan adanya siswa yang terinfeksi Covid-19, maka kegiatan PTM di sekolah tersebut akan dihentikan selama 3 hari," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan dalam YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/8).
Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini menyebut sejumlah daerah di Indonesia yang berada pada level 1 hingga 3 PPKM sudah menggelar PTM terbatas. Daerah tersebut di antaranya DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Berdasarkan evaluasi sementara, secara umum penyelenggaraan PTM terbatas berjalan baik. Hanya saja ditemukan sejumlah catatan terkait protokol kesehatan.
"Ditemukan beberapa catatan terkait protokol kesehatan yang nantinya akan terus diperbaiki maupun meliputi random testing, rekapitulasi laporan kasus Covid-19, maupun cakupan vaksinasi di satuan pendidikan," jelasnya.
Sebelumnya, Wiku mengatakan sebanyak 1,9 juta tenaga pendidik di Indonesia sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis lengkap, yakni dosis satu dan dua. Data ini tercatat per 31 Agustus 2021.
"Dan 1,7 juta anak usia 12-17 tahun yang tergolong usia pelajar sudah divaksinasi penuh," katanya.
Wiku memastikan vaksin Covid-19 yang diberikan kepada tenaga pendidik dan anak 12 hingga 17 tahun aman, efektif, dan minim efek samping. Pemberian vaksin pada tenaga pendidik dan anak bertujuan menekan risiko sakit berat jika terinfeksi Covid-19 saat mengikuti PTM di sekolah.