Sebanyak 5 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengolah daun daun pepaya dan putri malu menjadi insektisida nabati. Insektisida tersebut diharapkan bisa digunakan untuk penangan ketahanan pangan yang ramah lingkungan.
Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) tersebut diikuti 5 mahasiswa. Yakni Eka Siwi Rendang Oktavia (Pendidikan Biologi), Fena Mulyana (Pendidikan Biologi), M. Galih Wicaksono (Pendidikan Biologi), Khansa Nindya Rafika (Farmasi), M.Sofyan Habibburrohman (Teknik Kimia). Mereka memperoleh bimbingan Endang Setyaningsih, Dosen Pendidikan Biologi.
"INPAYALU ( Insektisida Nabati Daun Pepaya dan Daun Putri Malu) adalah hasil dari kreatifitas mahasiswa UMS. Berangkat dari keresahan mengenai penggunaan Insektisida Sintetis dalam jangka lama yang efeknya berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan," ujar Endang, Jumat (27/8).
Selain itu, lanjut Endang, tim PKM-K juga mempunyai tujuan mencegah hama kutu beras dengan bahan organik yang terdapat di lingkungan sekitar. Ia berharap sengan adanya PKM-K ini dapat membantu petani, ibu rumah tangga dan pedagang dalam menghindari ancaman kutu beras.
Salah satu anggota tim, M.Sofyan Habibburrohman berharap, dengan dengan adanya INPAYALU dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melestarikan tanaman pembasmi hama/kutu dan menurunkan tingkat populasi kutu yang berada dalam beras.
"Saya berharap agar masyarakat semakin peduli dengan tanaman herbal yang memiliki efek untuk mengurangi hama dengan menggunakan IPAYALU," katanya.
IPAYALU, dikatakannya, mempunyai zat Pappain, Flavonoid, dan tannin. Zat tersebut didapat dari extrak daun pepaya (Carica Papaya) di tambahkan dengan ektrak daun Putri Malu (Metanolik Mimosa Pudica Linn). Campuran itu mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, fenolik yang mempunyai efek untuk mencegah dan mengusir kutu beras yang meresahkan.
Kepala Biro Kemahasiswaan UMS Ahmad Kholid Alghofari menyampaikan, hasil luaran PKM-K dapat menjadi Produk Kreatifitas yang bermanfaat secara luas dan memiliki nilai ekonomi
Pengembangan produk INPAYALU memiliki pasar yang luas dengan tidak adanya produk serupa. Selain itu, penggunaan yang simpel dengan pengemasan produk seperti kantong teh celup yang dapat digunakan selama 1 bulan lebih.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382108/original/086367100_1792947787-images__62_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382101/original/095483100_1792942747-IMG-20261025-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382096/original/002129900_1792941457-IMG-20261025-WA0017.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5074690/original/044392200_1735786978-pengeroyokan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302187/original/020726000_1784536360-Screenshot_2026-07-20_at_15.30.41.jpg)