Pemerintah Kabupaten Bogor, menargetkan 1,2 juta dosis vaksin telah diberikan kepada masyarakat hingga akhir Agustus 2021. Namun, untuk mencapai target tersebut, masih kurang sekitar 142 ribu dosis.
Sayangnya stok vaksin di Kabupaten Bogor, saat ini hanya 10.925 vial atau 109.250 dosis, terdiri dari 62.780 dosis vaksin Moderna, 12.000 dosis vaksin AstraZeneca, 17.300 dosis vaksin Sinopharm dan 17.170 dosis SinoVac.
"Target kita hingga akhir Agustus ini 1,2 juta dosis. Masih ada 142 ribu yang belum tervaksinasi dari target tersebut. Kalau vaksin, kami sudah terima 126.952 vial (satu vial berisi 10 dosis)," kata Iwan Setiawan, Senin (23/8).
Dia menjelaskan, untuk vaksin dosis pertama telah mencapai sekitar 765 ribu dosis dan vaksin dosis kedua (lengkap) mencapai 355.437 dosis. Jika dikalkulasi antara dosis pertama dan kedua sebanyak 1.058.406 dosis atau 12,52 persen.
Iwan Setiawan menjelaskan bahwa, terkait perkembangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor secara umum, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bogor ada di angka 44.464, dengan rincian konfirmasi aktif 556 kasus, konfirmasi meninggal 567 kasus, dan konfirmasi sembuh sebanyak 43.335 kasus.
"Kalau di konversi dari angka, tingkat recovery rate-nya di angka 97,46 persen dan mortality rate-nya atau tingkat kematian kita masih di bawah di angka 1,28 persen. Ini keadaan terkonfirmasi saat ini," katanya.
Dirinya menambahkan, terjadi penurunan keterisian tempat tidur di 29 Rumah Sakit baik di 4 RSUD dan RS lainnya. Berdasarkan data terakhir kondisi tingkat keterisian rumah sakit sudan menurun ke angka 28,4 persen, angka itu berada di bawah yang ditetapkan WHO sebesar 60 persen.
"Tingkat keterisian ruang IGD Isolasi sebesar 25,98 persen dan ICU Isolasi masih diangka 50,30 persen. Begitu juga dengan dua Pusat Isolasi yang di Cibogo dari jumlah 60 kamar yang disediakan, hanya 5 yang terisi, untuk yang di Kemang ada 84 Kamar yang disediakan, hanya 73 yang terisi, sedangkan tenaga Kesehatan yang terdampak Covid-19 sebanyak 73 orang," terang Wabup.