Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Ganip Warsito mengunjungi fasilitas isolasi terpusat (isoter) Covid-19 di Wisma Bima, Denpasar, Bali. Isoter yang berkapasitas 65 tempat tidur ini masih merawat 42 pasien Covid-19.
Saat meninjau fasilitas isoter, Ganip menyapa satu keluarga yang terinfeksi Covid-19.
"Sehat, sehat, cepat sehat, Bu!” kata Ganip, Jumat (20/8).
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini juga memberikan semangat kepada pasien Covid-19. Dia mengatakan bahwa Covid-19 bukan aib.
Ganip mengaku pernah terpapar virus SARS-CoV-2 itu, namun berhasil sembuh. Dia kemudian berseloroh orang yang pernah terinfeksi virus asal Wuhan, China itu merupakan alumni Covid-19.
Kepada masyarakat, Ganip berpesan agar segera melapor ke petugas jika terpapar Covid-19. Pemantauan petugas sangat penting bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri saat terjangkit Covid-19.
"Warga yang tidak dapat melakukan isolasi mandiri, saya sarankan untuk segera menuju ke fasilitas isolasi terpusat bagi yang OTG atau bergejala ringan," sambungnya.
Sebelumnya, Ganip mengatakan pemerintah akan mengubah penanganan menjadi pengendalian Covid-19. Perubahan strategi ini bertujuan untuk menjadikan pandemi sebagai endemi Covid-19.
"Jadi arahnya itu mengubah pandemi menjadi endemi," katanya dalam Rapat Koordinasi Penguatan Penanganan Covid-19 di Bali yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (19/8).
Ganip menjelaskan, keputusan pemerintah ingin mengubah penanganan menjadi pengendalian karena Covid-19 tak bisa dipastikan kapan berakhir. Justru, kasus Covid-19 terus bertambah diikuti dengan varian barunya.
"Kita tidak akan bisa sepenuhnya menghapus Covid-19 dalam waktu singkat, karena tidak ada satu ahli pun yang bisa menjamin kapan Covid-19 ini berakhir," ujarnya.
Jika pemerintah mengubah penanganan menjadi pengendalian Covid-19, masyarakat bisa lebih produktif dan aman. Meskipun masyarakat harus hidup berdampingan dengan Covid-19.
Ganip menyebut, menuju endemi Covid-19, ada tiga hal yang bisa dilakukan pemerintah dan masyarakat. Pertama memperketat penerapan 3M (Menggunakan masker, Menjaga jarak, dan Mencuci tangan pakai sabun).
"Jadi protokol kesehatan khususnya menggunakan masker ini menjadi proteksi paling mudah dan bisa dilakukan setiap orang, hanya butuh pendekatan sosialisasi dan edukasi untuk itu," tuturnya.
Kedua, meningkatkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Ketiga, mempercepat dan memperluas vaksinasi Covid-19.