Laporcovid Soroti Dominasi Peran Militer dalam Penanganan Pandemi yang Tidak Efektif

Relawan dari Laporcovid, Firdaus Ferdiansyah mengatakan, peran militer dalam penanganan Covid-19 terlalu mendominasi, namun tidak cukup efektif dalam membantu menekan angka penularan. Laporcovid mencatat, dalam kurun Juli 2020 hingga April 2021 terdapat 1.096 laporan pelanggaran protokol kesehatan.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Laporcovid Soroti Dominasi Peran Militer dalam Penanganan Pandemi yang Tidak Efektif
Pelanggaran PPKM Darurat. ©2021 Merdeka.com

Relawan dari Laporcovid, Firdaus Ferdiansyah mengatakan, peran militer dalam penanganan Covid-19 terlalu mendominasi, namun tidak cukup efektif dalam membantu menekan angka penularan. Laporcovid mencatat, dalam kurun Juli 2020 hingga April 2021 terdapat 1.096 laporan pelanggaran protokol kesehatan.

Pelanggaran ini, kata Firdaus, mencerminkan dominasi militer tidak cukup ampuh meningkatkan kepatuhan dan kedisiplinan warga menerapkan protokol kesehatan.

"Selama Juli 2020 hingga April 2021 Laporcovid menerima setidaknya 1.096 laporan ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan meskipun ada pengerahan militer," kata Firdaus, dalam webinar yang dikutip melalui channel YouTube Laporcovid, Rabu (18/8).

Belum lagi bentuk-bentuk sanksi yang diberikan oleh militer sangat kontradiktif dari tujuan diberikannya sanksi yaitu meningkatkan penerapan protokol kesehatan.

Di beberapa tempat, imbuh Firdaus, TNI-Polri kerap memberikan sanksi jalan sembari jongkok bagi pelanggar protokol kesehatan, tanpa mengenakan masker dan jaga jarak fisik.

Hal lain dampak dominasi militer adalah pemerataan vaksinasi. Firdaus mengatakan, Laporcovid mendapati temuan dan menerima laporan dari berbagai instansi kesehatan di daerah-daerah bahwa stok vaksin mereka habis.

Sementara, di daerah yang sama, sentra-sentra vaksinasi milik TNI-Polri justru melaksanakan kegiatan vaksin di tengah keterbatasan stok vaksin.

"Banyak laporan Puskesmas atau faskes kehabisan stok vaksin tetapi ternyata vaksinasinya diselenggarakan pada sentra-sentra milik TNI-Polri," ujarnya.

Rekomendasi