7 Pemuda di Solo Pesta Miras usai Memotong Hewan Kurban

Tujuh pemuda yang sedang asyik pesta minuman keras (miras) di pos ronda wilayah Kelurahan Banjarsari Kota Solo, diamankan Tim Sparta Polresta Surakarta, Selasa (20/7). Ironisnya, ketujuh pemuda tersebut mengaku capai usai ikut menyembelih hewan kurban.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
7 Pemuda di Solo Pesta Miras usai Memotong Hewan Kurban
Pemuda di Solo diamankan karena pesta miras usai memotong hewan kurban. ©2021 Merdeka.com

Tujuh pemuda yang sedang asyik pesta minuman keras (miras) di pos ronda wilayah Kelurahan Banjarsari Kota Solo, diamankan Tim Sparta Polresta Surakarta, Selasa (20/7). Ironisnya, ketujuh pemuda tersebut mengaku capai usai ikut menyembelih hewan kurban.

Kasat Samapta Kompol Sutoyo mengatakan, penangkapan ketujuh pemuda dilakukan pada Selasa sore oleh Tim Sparta Polresta Surakarta. Tim mendatangi mereka yang kedapatan sedang pesta miras di salah satu pos ronda.

"7 pemuda tersebut diamankan Tim Sparta Polresta Surakarta. Penangkapan berawal dari informasi yang masuk melalui Call Center Tim Sparta Polresta Surakarta 0811-2957-110," kata Sutoyo.

Dikatakan Sutoyo, informasi menyebutkan bahwasannya di lokasi tersebut ada sekelompok pemuda yang sedang pesta miras. Selanjutnya Tim Sparta kemudian menuju ke lokasi.

"Dan ternyata memang benar di pos ronda wilayah Sumber tersebut ada tujuh pemuda yang sedang pesta minuman keras. Mereka beralasan habis kerja memotong hewan korban, capek dan iseng-iseng mereka minuman minuman keras," jelas Sutoyo.

Kasat Samapta menambahkan ketujuh pemuda tersebut berinisial TS (47), AN ( 34), CS (31) , HJ (37), AS (32), M (33) dan AA (38). Ketujuh pemuda merupakan warga Kelurahan Sumber Kecamatan Banjarsari.

"Untuk barang bukti yang berhasil kita amankan l adalah 5 botol miras jenis ciu ukuran 1,5 liter dan 1 botol miras jenis ciu ukuran 600 ml ," jelasnya.

Selanjutnya, dikatakan Sutoyo, ketujuh pemuda tersebut dibawa ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan pendataan. Mereka mengakui perbuatannya dan tidak akan mengulanginya lagi.

"Mereka sangat kooperatif dan selanjutnya akan diberikan pembinaan serta. Mereka akan kita proses sesuai prosedur tipiring," pungkas Sutoyo.

Rekomendasi