Usia produktif kini menjadi kalangan yang rentan mengalami kematian ketika terpapar virus Covid-19. Pergeseran tren ini terjadi karena beberapa hal. Salah satunya karena kalangan produktif memiliki mobilitas yang tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan pergeseran tren itu terlihat dari data yang ada di Pusat Informasi Covid-19 (Pikodep). "Iya. Dari data Pikodep ada. Jadi mobilitas usia produktif lebih tinggi," katanya, Rabu (14/7).
Pemicu lainnya karena penyebaran virus varian Delta ini terjadi sangat cepat. Oleh karena itu warga diminta dengan sangat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. "Karena juga cukup cepat di varian," timpalnya.
Terkait dengan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit kata Nova saat ini terjadi sedikit penurunan. Karena telah dilakukan penambahan tempat tidur dengan cara mengkonversi tempat tidur non covid menjadi covid.
Dengan demikian maka jumlah BOR otomatis turun. Walaupun diakui dia juga ada sedikit pengaruh dari penerapan PPKM Darurat terhadap penurunan BOR. "Kita memperbanyak tempat tidur otomatis BOR turun. Turun sedikit, kasus itu waktu itu 1.000 an, sekarang 700an. Saat ini BOR 95 persen, isolasi 87 persen," tukasnya.
Untuk menangani pasien tanpa gejala maka tengah dilakukan berbagai upaya. Salah satunya dengan menambah tempat isolasi yaitu di Asrama Universitas Indonesia (UI). Hanya saja masih ada sedikit kendala karena masih kekurangan tenaga kesehatan. "Susah ya karena mungkin tenaganya sekarang dibutuhkan di mana-mana. Masih kurang tiga orang perawat," bebernya.
Dia berharap jika sumber daya manusia (SDM) sudah terpenuhi maka Asrama UI dapat segera digunakan untuk isolasi pasien tanpa gejala. Untuk dapat beroperasi setidaknya diperlukan delapan dokter dan 16 perawat.
"Kita dokternya (perlu) 8 orang dan perawat 16 orang. Semoga pekan ini atau pekan depan bisa dioperasionalkan," pungkasnya.