Pemerintah Kebut Pembangunan RS Darurat Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman mengatakan persiapan asrama Pondok Gede sebagai rumah sakit darurat Covid-19 hingga kini terus dilakukan. Proses persiapan masih berlangsung dan diharapkan bisa segera selesai.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Pemerintah Kebut Pembangunan RS Darurat Covid-19 di Asrama Haji Pondok Gede
Persiapan Asrama Haji Pondok Gede. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ramadhan Harisman mengatakan persiapan asrama Pondok Gede sebagai rumah sakit darurat Covid-19 hingga kini terus dilakukan. Proses persiapan masih berlangsung dan diharapkan bisa segera selesai.

"Penyiapannya terus dikebut. Banyak pekerja yang terus mempersiapkan berbagai hal keperluan standar RS darurat di asrama haji Pondok Gede," kata Ramadhan dikutip dalam keterangan pers, Jumat (9/7).

Dia menjelaskan lift portable yang akan digunakan untuk menunjang mobilitas tenaga kesehatan dan pasien sudah terpasang dan diujicoba. Disiapkan juga beberapa toilet portable, serta tempat pemulasaran jenazah portable.

“Penyiapan kamar perawatan juga terus dikebut. AC kamar diganti baru. Setiap tempat tidur pasien juga dipasang instalasi oksigen,” ujar dia.

Kemudian penyiapan High Care Unit atau HCU juga sudah hampir selesai. Untuk RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede, pemerintah rencananya menyiapkan 900 tempat tidur isolasi, 50 ICU (intensive care unit), dan 40 HCU. Fasilitas-fasilitas tersebut disiapkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Apabila RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede ini selesai penyiapannya, maka untuk pemanfaatan sepenuhnya menjadi kewenangan Kemenkes. Kemenag hanya menyediakan gedung-gedung dan sarana prasarana kamar non medis,” pungkasnya.

Rekomendasi