Cerita Galeri Lukisan Raden Saleh di KPP Pratama Bogor

Raden Saleh Sjarif Boestaman, pelukis Indonesia sekaligus pionir seni modern Indonesia, tercatat pernah mukim di Kota Bogor, tepatnya di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Cerita Galeri Lukisan Raden Saleh di KPP Pratama Bogor
Galeri lukisan Raden Saleh di KPP Pratama Bogor. ©2021 Merdeka.com/Rasyid Ali

Raden Saleh Sjarif Boestaman, pelukis Indonesia sekaligus pionir seni modern Indonesia, tercatat pernah mukim di Kota Bogor, tepatnya di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kediamannya bersama sang istri itu, kini telah berubah menjadi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bogor. Meski telah berubah fungsi, beberapa karya Raden Saleh terpajang rapi pada sebuah galeri yang dibuat oleh pihak KPP Pratama.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun sempat mengunjungi kantor itu, Rabu (9/6). Selain berfungsi melayani masyarakat, nilai historis yang dimiliki kantor itu, tetap dijaga bahkan dilestarikan.

Saat memasuki kantor, beberapa karya pelukis yang hidup antara 1811-1880 itu langsung memanjakan mata. Dedie pun mengapresiasi KPP Pratama yang telah menyiapkan tempat khusus semacam galeri untuk menampilkan karya sang maestro.

"Kita mengapresiasi lah. KPP Pratama Kota Bogor menyiapkan khusus sebuah zona di tempat pelayanan untuk dibuat semacam galeri karya dari seorang maestro lukis Indonesia," kata Dedie.

Dedie menyebut, karya Raden Saleh dirasa sangat pas ditampilkan. Karena, secara historis, Raden Saleh memiliki keterkaitan dengan Kota Bogor. Lebih-lebih, KPP Pratama merupakan kantor kesekretariatan pada zaman kolonial.

"Jadi ada kaitan antara KPP Pratama, Raden Saleh dan Kota Bogor. Dengan adanya galeri ini, kita juga diingatkan bahwa karya-karya besar beliau yang sangat konsen terhadap keindahan alam atau hewan," sahutnya.

"Dan kesenian tinggi ini diharapkan bisa memicu generasi muda tentang kiprah beliau. Dan ternyata beliau meninggal dan dimakamkan di Kota Bogor," ujar Dedie.

Selain melihat karya-karya Raden Saleh di galeri, Dedie juga melihat bekas ruang bawah tanah yang berada persis di bawah gedung tersebut.

Rekomendasi