Empat Bulan Tidak Ada Pasien, Fasilitas Karantina Covid-19 Ditutup Pemkot Sorong

Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat memutuskan untuk menutup fasilitas karantina bagi pasien Covid-19 tanpa gejala di Gedung Diklat Kampung Salak, Distrik Sorong Barat. Penyebabnya, dalam empat bulan terakhir sudah tidak ada warga yang memanfaatkannya.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Empat Bulan Tidak Ada Pasien, Fasilitas Karantina Covid-19 Ditutup Pemkot Sorong
Fasilitas karantina pasien Covid-19 di Sorong Ditutup. ©ANTARA/ Ernes Broning Kakisina

Pemerintah Kota Sorong, Provinsi Papua Barat memutuskan untuk menutup fasilitas karantina bagi pasien Covid-19 tanpa gejala di Gedung Diklat Kampung Salak, Distrik Sorong Barat. Penyebabnya, dalam empat bulan terakhir sudah tidak ada warga yang memanfaatkannya.

Wali Kota Sorong Lambert Jitmau di Sorong, Rabu (2/6), mengatakan bahwa penderita infeksi virus corona yang membutuhkan fasilitas karantina jumlahnya sedikit karena 96 persen pasien Covid-19 di wilayah Sorong sudah sembuh.

"Mudah-mudahan angka kesembuhan terus meningkat," katanya seperti dilansir Antara.

Wali Kota mengatakan bahwa fasilitas kesehatan di Kota Sorong tetap disiagakan untuk menangani pasien Covid-19.

"Rumah Sakit di Kota Sorong punya ruang untuk penanganan pasien Covid-19. Jika ada pasien Covid-19 tetap dilakukan penanganan oleh tim medis," katanya.

Para dokter dan tenaga kesehatan yang lain, kata dia, tetap siaga menangani kasus penularan virus corona. Lambert juga mengingatkan kembali seluruh warganya untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Rekomendasi