Tumpahan minyak terlihat di sepanjang Pantai Saba menuju Pantai Purnama, Kabupaten Gianyar, Bali. Kasus ini sedang dalam penyelidikan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar.
"Iya, asalnya dari mana kita harus cek benar-benar, karena kita belum tahu dan minyaknya hitam apakah oli, atau minyak mentah kita belum tahu," kata Kepala BPSPL Denpasar Permana Yudiarso saat dihubungi Rabu (26/5).
Penemuan cairan hitam yang merupakan tumpahan minyak di sepanjang Pantai Saba menuju Pantai Purnama bermula dari laporan warga setempat bernama I Ketut Sumastika kepada BPSPL Denpasar, Jumat (7/5).
Kemudian tim BPSPL Denpasar menerjunkan tim menuju Saba Asri Sea Turtle Conservation untuk berkoordinasi mengumpulkan informasi tersebut.
Kemudian banyak ditemukan gumpalan hitam di atas pasir pantai yang terlihat seperti batu dan berbentuk seperti cairan aspal di sepanjang Pantai Saba hingga menuju perbatasan dengan Pantai Purnama.
Kemudian untuk memastikan, tim di lapangan mengambil beberapa sampel gumpalan minyak sebagai bahan untuk ditindaklanjuti.
"Kalau bicara dampak kemarin itu tumpahannya tercecer di pinggir pantai. Kita belum lihat apakah ada pengaruh ke ikan yang mati atau biota laut yang terkena. Kita belum sampai ke sana karena belum kita temukan," imbuhnya.
Pihaknya juga belum mengetahui bahwa tumpahan minyak itu dari kapal mana. "Belum tahu. Lagi telusuri informasinya dari mana. Kita harus uji laboratorium minyak itu. Karena (minyak) ditemukan sudah sepotong-potong," ujar Yudi.