Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan nelayan di Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut para nelayan mengeluhkan pendangkalan di pelabuhan, dengan sigap mantan Gubenur DKI Jakarta tersebut melalui sambungan telepon langsung memerintah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk melakukan pengerukan.
"Saat bertemu nelayan di Lamongan, Presiden @jokowi menanyakan masalah apa yang dihadapi. Salah seorang nelayan menyampaikan masalah yang terkait dengan Kementerian PUPR. Tanpa ragu, Presiden langsung meminta saya untuk menelepon Menteri PUPR," kata Asisten ajudan Presiden Jokowi, AKP Syarif Muhammad Fitriansyah dalam akun instagramnya, Kamis (6/5).
Terlihat di hadapan para nelayan Jokowi menghubungi Basuki. Setelah itu, Jokowi pun menargetkan pengerukan akan dilakukan dua bulan ke depan.
"Dua bulan lagi akan dikerjakan ya. ucap Presiden kepada nelayan usai menelepon Menteri PUPR," ungkap Syarif.
Kemudian Syarif juga menceritakan Jokowi selama pandemi tidak pernah menerima telpon atau menelepon dengan menempelkan langsung ke telinga. Hal tersebut seiring dengan penerapan protokol kesehatan.
"Oh ya, di masa pandemi ini, Presiden tidak pernah menempelkan HP di telinga, karena sesuai dengan protokol kesehatan," katanya.