Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Luncuran Awan Panas Tidak Teramati

"Selain itu cuaca mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara,"

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Luncuran Awan Panas Tidak Teramati
Gunung Sinabung Erupsi. ©2021 Merdeka.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karo menyatakan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, erupsi pada Rabu pukul 06.00 WIB, dan meluncurkan awan panas namun tidak teramati.

"Selain itu cuaca mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin-angin, ketika dihubungi di Medan dilansir Antara, Rabu (21/4).

Ia menjelaskan Gunung Sinabung berada pada ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl). Suhu udara 18-19 derajat Celcius.

"Jumlah guguran 42 kali, dengan amplitudo maksimum 3-120 mm dan durasi 20-205 detik," ujarnya.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status Level III (Siaga) dengan rekomendasi warga dan petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang warganya sudah dipindahkan serta di lokasi dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, radius sektoralnya pada lima kilometer untuk sektor selatan-timur dan empat kilometer untuk sektor timur-utara.

"Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan warga," kata Natanail Perangin-angin.

Rekomendasi