Polisi sudah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran kilang minyak Pertamina di Balongan, Kabupaten Indramayu. Sebagian warga yang diungsikan sudah mulai kembali ke rumahnya.
Proses olah TKP sendiri sudah dimulai pada Rabu (7/4) lalu, ditinjau langsung oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.
Kabid Humas Polda Jabar, Erdi A Chaniago mengatakan, meski olah TKP sudah rampung, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengetahui penyebab insiden kebakaran.
"Hasil olah TKP, tim Laboratorium Forensik (Labfor) mengambil beberapa material untuk dianalisa di Mabes Polri, hasil analisisnya perlu waktu, " katanya di Bandung, Senin (12/4).
Mengenai warga sekitar kilang minyak yang sempat mengungsi, dia mengungkapkan, sebagian sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing.
Proses produksi di kilang minyak saat ini sudah kembali berjalan, meski tidak optimal. Hanya di sektor yang tidak terimbas api saja yang bisa dilakukan kegiatan.
"(Sebagian pengungsi) sudah mulai kembali ke rumah. (aktivitas di kilang Pertamina Balongan) sudah normal seperti biasa, sudah berapa hari yang lalu. Jadi yang masih bisa berproduksi ya berproduksi," jelasnya.
Mengenai perawatan korban luka, PT Pertamina sudah menjamin semua biaya perawatan termasuk kerugian. Semuanya masih dalam proses.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, salah seorang korban kebakaran berinisial IA (17) dinyatakan meninggal dunia akhir pekan lalu, setelah menjalani perawatan selama 12 hari di Rumah Sakit Pertamina Pusat RSPP Jakarta. IA merupakan warga Desa Junti, Kabupaten Indramayu.