Sekretaris Hanura Bekasi Klaim Ditunjuk Jadi Ketua DPC Demokrat versi KLB

Agus mengatakan saat ini dirinya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menerima mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Sekretaris Hanura Bekasi Klaim Ditunjuk Jadi Ketua DPC Demokrat versi KLB
KLB Demokrat. ©2021 Merdeka.com

Agus Nur Hermawan mengklaim dirinya ditunjuk sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. Klaim itu mengejutkan sejumlah pihak karena hingga saat ini dia masih sah menjabat Sekretaris DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi.

"Iya, ini saya diperintahkan untuk ke Jakarta karena saya ditunjuk sebagai Ketua DPC Demokrat (versi KLB)," kata Agus kepada Antara di Cikarang, Senin (15/3).

Agus mengatakan saat ini dirinya sedang dalam perjalanan menuju Jakarta untuk menerima mandat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Moeldoko. "Untuk struktur kepengurusan baru saya belum tahu. Saya baru ditunjuk Jakarta, ini saya sedang dalam perjalanan," ucapnya.

Menanggapi pernyataan itu, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi Romli HM enggan berkomentar banyak. Menurut dia, KLB di Deli Serdang, Sumatera Utara, belum diakui pemerintah. "Itu mah silakan saja, cuma yang jadi pertanyaan kita apakah Demokrat versi Moeldoko sudah disahkan Kemenkumham atau belum, kalau kita nunggu saja siapa yang diakui pemerintah dan negara karena semua ada aturannya," ucap Romli.

Dia mengatakan, untuk dapat menduduki jabatan pimpinan partai politik di daerah tidak bisa sembarangan. Ada mekanisme yang harus ditempuh. "Memang bisa sembarangan jadi Ketua DPC, ambil dari mana saja? Apalagi dia masih berpakaian partai lain, dia kan Hanura. Tapi terlepas dari itu, bagi saya umur saja ada batasannya, apalagi jabatan. Jadi saya menganggapnya biasa-biasa saja, santai saja, semua ada prosesnya," katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bekasi Firman Andriyana Sujud menyayangkan jika isu itu benar. Namun dia juga tidak bisa memaksakan keinginan Agus Nur Hermawan jika ingin memimpin Demokrat versi KLB.

"Itu haknya saudara Agus, saya juga belum konfirmasi hal itu ke yang bersangkutan. Tapi saya sangat menyayangkan karena saya dengan Haji Romli sahabat baik, karena politik ini kan cuma beda baju saja. Tidak mungkin saya mendukung," ungkapnya.

"Kita tidak tahu benar atau tidaknya dia ketua versi KLB, tapi saya sangat menyayangkan kalau ini karena ulahnya Agus ya. Karena ini mencederai politik yang semestinya tidak ada KLB. Sayang saja, karena saya dengan semua ketua partai itu seperti sahabat, seperti teman, kalau dibeginikan malu saya," imbuh Firman.

Rekomendasi