Tercebur di Sungai Mahakam, Juragan Speedboat Ditemukan Tewas di Perairan Kutai Lama

Jasad Ardian ditemukan hingga 40 kilometer di perairan Kutai Lama, Kutai Kartanegara, sekitar pukul 06.00 WITA. Lokasinya yang cukup jauh dari sungai Mahakam di pusat kota Samarinda, ditengarai akibat Ardian terseret derasnya arus sungai.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Tercebur di Sungai Mahakam, Juragan Speedboat Ditemukan Tewas di Perairan Kutai Lama
Evakuasi jenazah juragan speedboat di Sungai Mahakam. ©2021 Basarnas

Ardian (62), pemilik speedboat di Samarinda, ditemukan meninggal perairan Sungai Mahakam pagi ini. Sebelumnya, dia dilaporkan tenggelam, Selasa (16/2).

Jasad Ardian ditemukan hingga 40 kilometer di perairan Kutai Lama, Kutai Kartanegara, sekitar pukul 06.00 WITA. Lokasinya yang cukup jauh dari sungai Mahakam di pusat kota Samarinda, ditengarai akibat Ardian terseret derasnya arus sungai.

"Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi, dan mengevakuasi temuan jasad itu ke posko SAR di Samarinda," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, Rabu (17/2).

Melkianus menerangkan, bersama dengan keluarga memastikan, jasad itu adalah Ardian. "Dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjachranie untuk keperluan visum," ujar Melkianus.

Sementara, Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Balikpapan Octavianto menjelaskan, sebelummya, peristiwa itu terjadi Senin (15/2) siang. Korban Ardian datang ke dermaga di kawasan Jalan Yos Sudarso, untuk mengecek speedboatnya di dermaga.

"Korban sempat ngopi di warung kopi sekitaran dermaga. Teman-teman korban, kemudian meninggalkan korban di warung kopi," kata Octavianto.

Dia menerangkan, tidak lama, teman korban lainnya datang, dan hanya melihat sandal dan jaket di sekitar pinggir sungai. Belakangan, sandal dan jaket itu adalah milik korban. Selain itu, diketahui juga korban tidak bisa berenang.

"Jadi, kebiasaan korban, kalau speedboat milik korban standby di pangkalan speed, korban sering mencuci speedboatnya. Tapi korban tidak terlihat. Pihak keluarga kemudian menghubungi pihak berwajib, Basarnas dan relawan, untuk dilakukan pencarian SAR, yang dimulai Selasa (16/2) kemarin. Korban akhirnya ditemukan pagi ini," tandas dia.

Rekomendasi