Puluhan santri yang sedang belajar di pondok pesantren Al Ihsan, Jalan Abdurrahman Kota Pekanbaru dihebohkan dengan semburan gas bumi pada galian sumur bor yang tengah dilakukan tukang. Semburan gas tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB, Kamis (4/2).
Kepala Sekolah Pesantren Al-Ihsan Untung Wahyudi, mengatakan semburan gas itu membuat mereka kaget dan segera menghentikan proses belajar mengajar.
"Kita memang sedang mengerjakan pembuatan sumur bor. Tadi sekitar jam 13.30 WIB kita dikagetkan dengan gemuruh semburan gas yang berada di samping ruangan kelas santri," kata Untung kepada merdeka.com.
Melihat semburan gas yang mengeluarkan suara serta menyemburkan pasir dan debu, Untung segera mengevakuasi para santri ke masjid yang ada di pondok pesantren ini.
Kemudian Untung menghubungi aparat setempat. "Sudah datang orang dari pipa gas, ada juga dari TNI," kata Untung.
Ramadhan, penggali sumur bor di lokasi mengatakan, awalnya dia bersama teman-temannya sedang membuat sumur bor.
"Tadi kami lagi kerja, pembuatan sumur bor. Tiba-tiba saat jam setengah 2, ada gas yang keluar dari sumur itu, kami langsung lari," ujar Ramadhan.
Pantauan merdeka.com, semburan gas itu muncul di antara ruang belajar dan kamar santri tak jauh dari Kantor Wali Kota Pekanbaru. Terlihat gas menyembur dengan kuat dan mengeluarkan suara gemuruh keras.
Santri yang tengah belajar terlihat keluar berhamburan dari ruangan. Terlihat pula Kepala Sekolah, Untung Wahyudi mulai mengarahkan santri untuk mengangkut barang-barang.