Tim Densus 88 Antiteror Polri memindahkan 26 tersangka aksi terorisme dari wilayah Makassar dan Gorontalo ke Jakarta. Mereka merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi ke ISIS.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyampaikan, para tersangka terorisme tiba di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 13.57 WIB.
"Tujuh dari Gorontalo dan 19 dari Makassar," tutur Rusdi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (4/2).
Menurut Rusdi, para tersangka terorisme ini telah banyak dibekali kemampuan militer. Baik itu latihan fisik, beladiri, memanah, melempar pisau, menembak dengan senapan angin, hingga kemampuan merakit bom.
"Kelompok ini telah merencanakan kegiatan-kegiatan antara lain penyerangan pada Polri, kemudian juga penyerangan pada rumah dinas anggota Polri, dan juga rumah pejabat," jelas dia.
Tidak ketinggalan juga rencana perampokan toko baik itu di Gorontalo dan Makassar juga disusun. Termasuk hingga aksi bom bunuh diri demi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kemudian dari 19 anggota yang tertangkap, semua terlibat atau menjadi anggota dari Front Pembela Islam di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan Front Pembela Islam yang ada di Makassar," Rusdi menandaskan.
Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com