Sebanyak 80 pasien jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan, terkonfirmasi positif Covid-19 sejak September lalu hingga hari ini.
Direktur RSKD Dadi, Dr Arman Bausat menjelaskan, pihaknya kaget setelah mengetahui pasien ODGJ yang positif mencapai puluhan orang. Karena awalnya hanya dua orang.
RSKD Dadi yang dipimpinnya itu mulai melayani pasien Covid-19 untuk non-ODGJ atau umum sejak April lalu dengan menyiapkan 200 tempat tidur dan untuk pasien ODGJ disiapkan awalnya 15 tempat tidur.
"Betul-betul kita proteksi pasien jiwa hingga hanya dua orang yang positif ketika itu yakni dari posisi April hingga September. Tapi di awal Desember, tiba-tiba terkonfirmasi sampai 50 orang pasien jiwa kita yang positif. Akhirnya kita tracing semua pasien jiwa, pemeriksaan swab massal dan totalnya kini sudah ada 80 orang yang terkonfirmasi positif," kata Arman saat dikonfirmasi, Sabtu (2/1).
Selanjutnya, kata Arman lagi, pasien jiwa yang positif ini langsung dipisahkan. Mereka ditempatkan di ruang khusus bahkan dibuatkan kawasan khusus untuk pasien jiwa yang positif.
Arman menduga, banyaknya pasien jiwa yang tertular Covid-19 itu dikarenakan saat dimulainya pelayanan lebih terbuka pada September lalu. Yakni pasien-pasien jiwa yang berasal dari daerah boleh masuk tanpa pemeriksaan swab karena dianggap kondisi Covid-19 mulai menurun.
"Mungkin saat itu yang pasien baru masuk tidak periksa swab yang bawa virus akhirnya terdeteksi di awal Desember ada 80-an pasien jiwa kita yang kena," jelasnya.
Untungnya, lanjut direktur RSKD Dadi ini, 99 persen dari 80 pasien jiwa yang terpapar itu adalah orang tanpa gejala (OTG).
"Bisa saja pasien jiwa ini OTG karena mereka tidak memikirkan penyakitnya. Beda dengan orang yang normal. Baru tahu saja dirinya positif, langsung panik dan stres," terangnya.
Dr Arman Bausat menuturkan, beberapa waktu lalu dirinya juga positif covid-19 dan parah karena bergejala. "Kemungkinan saya positif covid-19 di saat mulai jenuh. Bayangkan sembilan bulan lamanya pakai masker terus, belum lagi saya juga urus pasien Covid. Saat itu mulai abai dan akhirnya terpapar. Jadi saya imbau, jangan lalai, jangan menyerah, tetap patuh pada protokol kesehatan," tandasnya.