Harapan Sembuh dari Balik Jeruji

Mereka hidup di balik jeruji besi. Hari-hari dilalui dengan sunyi. Berteman sepi dan sedikit sinar matahari.

Arie Basuki
Oleh Arie Basuki - Reporter
Harapan Sembuh dari Balik Jeruji
Seberkas sinar harapan menembus kerangkeng rehabilitasi narkoba. Foto ini menjadi 10 foto terbaik dunia Photography 4 humanity ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Mereka hidup di balik jeruji besi. Hari-hari dilalui dengan sunyi. Berteman sepi dan sedikit sinar matahari.

Menjadi penghuni Pondok Pesantren Hikmah Syahadah. Sebuah pondok yang mendedikasikan diri untuk rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika. Letaknya di Pasir Nangka, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Sekitar 50 orang menghuni pondok pesantren itu. Kebanyakan berstatus mantan pecandu narkoba kelas berat. Sebagian di antara mereka terganggu mental dan kejiwaannya. Akibat dampak mengonsumsi narkoba. Rata-rata, mereka sudah menghuni pondok itu lebih dari tiga tahun. Bahkan ada yang menjadi penghuni tetap.

Gembok jeruji besi dibuka di jam tertentu. Pukul tujuh pagi, mereka beraktivitas pertanian hingga siang hari. Lalu kembali masuk ke sel rehabilitasi. Pukul tiga sore, gembok sel kembali dibuka. Mereka menjalankan aktivitas keagamaan di masjid.

Tapi tidak semua penghuni diizinkan keluar sel. Penghuni kategori 'penyimpangan berat' atau terganggu mental dan kejiwaannya, sepanjang hari menghabiskan waktu di dalam sel. Hanya berkomunikasi dengan penjaga. Tidak semua orang bisa mendekat. Mereka mengamuk jika bertemu orang baru. Dianggap membahayakan diri. Perilaku ini pengaruh dari tembakau Gorila atau ganja sintetis.

"Dua minggu pertama, mereka tidak tahan. Menangis dan ingin pulang. Ada juga yang kabur, tapi dikembalikan oleh keluarga," ujar pengasuh pondok pesantren, KH Romdin.

Pendekatan agama menjadi kunci proses rehabilitasi. Untuk medis, mengandalkan obat herbal. Sesekali mereka dipijat titik syarafnya, memperbaiki simpul syaraf yang rusak.

Banyak yang sudah sembuh. Bahkan ada mantan pecandu yang mendedikasikan diri mengajar ilmu agama di sana.

Rekomendasi