Speedboat Tabrak Ponton di Sungai Mahakam, Motoris Ditemukan Tewas

Wahyudi (23), motoris speedboat pandu, dini hari tadi ditemukan tewas mengambang di Sungai Mahakam, usai dicari SAR gabungan dalam tiga hari terakhir ini. Sebelumnya, speedboat yang dia gunakan bertabrakan dengan ponton.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Speedboat Tabrak Ponton di Sungai Mahakam, Motoris Ditemukan Tewas
Ilustrasi mayat. ©2012 Merdeka.com

Wahyudi (23), motoris speedboat pandu, dini hari tadi ditemukan tewas mengambang di Sungai Mahakam, usai dicari SAR gabungan dalam tiga hari terakhir ini. Sebelumnya, speedboat yang dia gunakan bertabrakan dengan ponton.

Jasad pemuda asal Palu, Sulawesi Tengah itu ditemukan masyarakat sekira pukul 04.45 WITA, di perairan Mahakam kawasan Selili, Samarinda Ilir.

Lokasinya, berjarak sekitar 11 kilometer dari titik awal perkiraan dia tenggelam, di kawasan Harapan Baru. Lokasi penemuan korban berjarak cukup jauh itu ditengarai Wahyudi terseret arus deras bawah permukaan sungai.

"Benar, sudah ditemukan. Kondisi korban meninggal dunia," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Melkianus Kotta, Selasa (15/12) pagi.

Melkianus menerangkan, tim SAR mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit. Dengan begitu, operasi SAR pencarian pun berakhir dan ditutup. "Jadi, semua unsur SAR gabungan kembali bersiap siaga," ujar Melkianus.

Sementara, Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan Octavianto menambahkan, peristiwa itu terjadi di perairan Mahakam kawasan Harapan Baru, Minggu (13/12) lalu.

"Kejadiannya jam 1 siang. Korban dan rekannya menggunakan speedboat, mendekat ke ponton, untuk memeriksa surat-surat. Begitu selesai, speedboat gangguan mesin karena sampah (rerumputan) di sungai," kata Octavianto.

Nahas saat itu. Tiba-tiba, speedboat yang sedang bergerak tertabrak ponton lainnya, yang sedang berlayar ke hulu sungai. "Speedboat terbalik, tapi motoris Wahyudi hilang. Akhirnya, korban ditemukan jelang pagi ini tadi," demikian Octavianto.

Rekomendasi