34 Napi & 6 Sipir Lapas Klas IIA Denpasar Positif Covid-19, Gejala Hilang Penciuman

Kalau yang petugas (diisolasi) di hotel diambil sama (petugas) Dinkes. Cuman, kalau warga binaan tidak mungkin keluar dan kami isolasi di blok Kartini dan sehat-sehat semua.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
34 Napi & 6 Sipir Lapas Klas IIA Denpasar Positif Covid-19, Gejala Hilang Penciuman
Ilustrasi Covid-19. Liputan6 ©2020 Merdeka.com

Sebanyak 34 warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan 6 petugas di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Perempuan Klas llA Denpasar, Bali, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 dan mulai menjalani isolasi.

"Ada 34 orang dan petugas saya ada 6 yang positif," kata Lili selaku Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Bali, saat dihubungi Rabu (28/10).

Ia menerangkan, awal diketahui WBP positif Covid-19 mereka mengaku kehilangan rasa penciuman sehingga pihaknya langsung melakukan rapid test kepada seluruh WBP di Lapas yang berjumlah 165 orang. Kemudian, hasilnya ada 58 orang yang reaktif Covid-19 dan setelah di tes swab 34 orang dinyatakan positif Covid-19. Namun, dari 34 warga binaan itu adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Mereka, bilang kehilangan penciuman dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Badung dan meminta dicek semua. Kalau yang petugas (diisolasi) di hotel diambil sama (petugas) Dinkes. Cuman, kalau warga binaan tidak mungkin keluar dan kami isolasi di blok Kartini dan sehat-sehat semua," ujarnya.

Ia juga mengatakan, dengan adanya WBP di Lapas terkonfirmasi positif Covid-19 tentu saat ini dilakukan lockdown dan tidak menerima pengunjung.

"Sudah di lockdown nanti ada edaran dari pimpinan kami. Sampai ada edaran bahwa dibuka kunjungan untuk sementara tidak menerima kunjungan jadi cuma lewat video call saja mereka. Iya, semoga sehat-sehat saja semuanya petugas saya dan warga binaan saya," ujar Lili.

Rekomendasi