Kasus kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo telah disimpulkan penyidik Polda Metro Jaya ke arah dugaan kuat bunuh diri karena depresi. Namun, hasil tersebut terus menimbulkan polemik. Banyak pihak, bahkan keluarga tidak percaya jika Yodi depresi hingga menghabisi nyawanya sendiri.
Sadar kesimpulan penyelidikan menjadi polemik, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus membuka peluang pemeriksaan bukti baru yang mengarah ke dugaan lain. Jika ditemukan.
Yusri mempersilakan pihak-pihak apabila menemukan novum atau bukti baru untuk menemui penyidik agar kemudian langsung dilakukan pemeriksaan.
"Nanti kita lakukan pemeriksaan. Tetapi sudah kita sampaikan inilah dasar penyelidikan kita sampai terakhir (dugaan kuat bunuh diri)," ucap dia, Rabu (29/7).
Meski demikian, Yusri menegaskan, penyidik tak sembarangan memberikan kesimpulan.
Menurut dia, penyidik menggunakan metode scientific investigation untuk mengungkap kasus meninggalnya Yodi Prabowo.
"Kami gali dari keterangan saksi, ahli, dalami bukti. Dari beberapa fakta yang dihimpun bisa diambil kesimpulan diduga kuat bunuh diri (Yodi Prabowo)," katanya.
Advertisement
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, tidak ada saksi yang melihat Yodi Prabowo bunuh diri.
Oleh karena itu, penyidik melakukan sejumlah analisis data dan forensik. Hasil temuan di tempat kejadian perkara (TKP), tak ada barang korban yang hilang.
Termasuk, lanjut dia, sepeda motor Yodi. Sepeda motor Honda Beat korban terparkir rapi lengkap dengan kuncinya. Sepeda motor ini ditemukan oleh saksi, petugas ronda wilayah tersebut.
Tubagus menuturkan, barang-barang yang ditemukan di TKP termasuk pisau telah diperiksa di laboratorium forensik. Hasil lab mengungkap, tak ada sidik jari dan DNA orang lain selain korban. Begitu pula dengan sidik jari dan DNA di pisau yang ditemukan.
Menurut Tubagus, selain DNA dan sidik jari ada bukti-bukti lain yang menguatkan dugaan polisi bahwa pemilik pisau adalah Yodi. Salah satunya CCTV di Ace Hardware Rempoa.
Yodi tertangkap kamera membeli pisau tersebut. Setelah membeli pisau tersebut, korban langsung menuju kantornya.
Selanjutnya, Tubagus membeberkan hasil analisis autopsi dokter menyatakan tidak ada luka lain, baik lecet maupun benturan benda tumpul, kecuali luka di dada dan leher.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com