Korban Banjir Bandang di Sungai Lau Tuntungan Ditemukan Terimpit Batu

Setelah melakukan pencarian sejauh 15 Km pada hari kedua, pada hari ketiga ini tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di titik-titik yang memungkinkan korban tersangkut. Mereka kembali menyusuri sungai dengan menggunakan perahu rafting dan berjalan kaki.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Korban Banjir Bandang di Sungai Lau Tuntungan Ditemukan Terimpit Batu
Evakuasi korban banjir bandang di Sungai Lau. ©2020 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Santa Situmorang (24), korban hanyut saat banjir bandang melanda Sungai Lau Tuntungan, Kutalimbaru, Deli Serdang, Sumut, pada hari ketiga pencarian, Selasa (28/7). Mayat warga Kecamatan Lima Puluh, Batu Bara, Sumut ini ditemukan terimpit batu.

"Korban ditemukan sekitar 1 Km dari lokasi mereka hanyut, sekitar pukul 10.00 Wib," kata Humas Kantor SAR Medan, Sariman Sitorus.

Setelah melakukan pencarian sejauh 15 Km pada hari kedua, pada hari ketiga ini tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di titik-titik yang memungkinkan korban tersangkut. Mereka kembali menyusuri sungai dengan menggunakan perahu rafting dan berjalan kaki.

Upaya ini membuahkan hasil. Santa akhirnya ditemukan meninggal dunia terimpit bebatuan.

"Korban ditemukan di impitan batu dengan keadaan meninggal dunia tanpa menggunakan pakaian,” jelas Sariman.

Setelah menemukan korban, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi. Jasad diserahkan kepada pihak kepolisian dan keluarga yang membawanya ke rumah sakit.

"Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR pencarian dihentikan," tutup Sariman.

Seperti diberitakan, Santa hilang setelah hanyut bersama 8 orang lainnya saat mandi di aliran Sungai Lau Tuntungan di Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Minggu (26/7) petang. Mereka tersapu banjir bandang yang melanda sungai itu.

Delapan di antara 9 orang yang hanyut berhasil selamat. Hanya Santa yang hilang dan ditemukan meninggal dua hari kemudian.

Rekomendasi