Yayasan Batik Indonesia (YBI) menyiapkan pameran untuk para pengrajin batik. Hal itu untuk menjaga produktivitas di tengah Pandemi Covid-19.
Nantinya, pada pameran tersebut bisa juga sebagai ajang transaksi jual beli dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
"Dalam rangka membantu para pengrajin kecil terutama di daerah-daerah yang sudah memiliki batik, sudah dipersiapkan untuk pameran dan diperjualbelikan. Tentunya kami akan tampung di sini melalui kurasi. Kita berharap dari YBI bisa membantu semaksimal mungkin dan membuat acara-acara kecil dimana akan ada seperti pasar seni, musik, tarian dan semua yang berhubungan dengan budaya," kata Ketua YBI Yanti Airlangga, Rabu (17/6).
Pun ia mengajak khalayak peduli terhadap kelestarian batik Indonesia. Pasalnya, batik merupakan salah satu kebanggaan dan warisan budaya Indonesia yang diakui oleh dunia.
"Ini adalah bentuk kepedulian dari YBI untuk museum tekstil dan pengunjung museum tekstil batik agar dapat melihat museum dengan protokol kesehatan yang baik dan benar," katanya.
Yanti juga mengimbau masyarakat untuk mengunjungi galeri batik YBI di Museum Tekstil yang kaya akan budaya.
"Di sini kita mempelajari bahwa jiwa-jiwa pembatik itu tidak hanya sekedar membatik, bukan hanya sekedar menggores. Tapi dilakukan dengan sepenuh hati. Terutama batik-batik yang sudah lawas, yang tidak kalah kualitasnya dengan batik baru," ujarnya.
Ia juga menuturkan, di Museum Tekstil masyarakat juga bisa berlatih membatik. "Dengan belajar mencanting dan melihat betapa karya-karya batik Indonesia itu sangat indah dan kita disini juga bisa mengenal teknik nitik, rowong dan lainnya," jelasnya.