Cara Kapolda Aceh Edukasi Masyarakat Soal Bahaya Covid-19

Wahyu mengatakan, sengaja menggunakan bahasa Aceh bukan hanya untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi ke anggotanya.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Cara Kapolda Aceh Edukasi Masyarakat Soal Bahaya Covid-19
Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada. ©2020 Merdeka.com/Antara

Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada memberikan edukasi terkait bahaya virus Corona atau Covid-19 menggunakan bahasa daerah. Video yang viral di media sosial tersebut, mendapatkan apresiasi dari Ketua Gugus Tugas Covid-19, Doni Monardo.

Wahyu mengatakan, sengaja menggunakan bahasa Aceh bukan hanya untuk mengedukasi masyarakat, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi ke anggotanya, Kamis (11/6).

"Saya memilih menggunakan bahasa Aceh adalah sebagai bentuk penghormatan, apresiasi dan kebanggaan saya kepada budaya lokal. Secara pribadi saya senang belajar bahasa dan untuk lebih memahami budaya lokal," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, dia menilai, dengan menggunakan bahasa masyarakat mempercepat pesan diterima serta dipahami. Walaupun, Wahyu mengakui, masih ada beberapa kata yang salah dalam pengucapannya.

"Saya menitipkan pesan bahwa jangan pernah menjadi polisi yang menyakiti masyarakat tapi jadilah polisi yang memberikan contoh keteladanan yang baik kepada masyarakat serta selalu bekerja dengan dan dari hati," ujarnya.

Sementara itu, Doni mengapresiasi cara Wahyu yang telah memberi imbauan terkait kiat mencegah Covid-19 dalam bahasa Aceh. Dalam video itu, Kapolda Aceh menyampaikan dalam bahasa Aceh agar warga mematuhi protokol kesehatan.

"Saya sudah lihat video tersebut. Bagus. Seharusnya semua pimpinan bisa beradaptasi dengan adat budaya dan bahasa setempat," katanya.

Doni yang pernah tinggal di Peuniti Banda Aceh ini berharap dengan imbauan dalam bahasa Aceh, masyarakat bisa lebih muda memahaminya.

"Saya apresiasi cara Kapolda Aceh mengimbau warga mencegah Covid-19," pungkasnya.

Rekomendasi