Robert Jacob Matthew (29), WN Inggris lari dari kejaran anjing. Sialnya, dia malah terperosok ke dalam bekas penampungan air sedalam 5 meter. Dia terjebak selama 6 hari di sumur itu.
Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada menyampaikan, saat mengevakuasi Matthew, pihaknya belum sempat menanyakan korban bagaimana bertahan hidup. Namun, dirinya menduga korban bertahan hidup hanya dengan minum sisa air di sumur itu.
"Saya belum sempat tanya sejauh itu. Karena dia, kita evakuasi saja dan langsung ke rumah sakit," kata Darmada saat dihubungi, Selasa (9/6).
"Saya rasa tidak (dehidrasi), memang logikanya 6 hari mestinya sudah lemas. Karena ada air di sana, masih ada tampungan air itu yang diminum. Itu kecurigaan saya. Karena, buktinya dia bisa bertahan 6 hari," imbuh Darmada.
Dia juga menyampaikan, saat dievakuasi Matthew masih dalam kondisi stabil. Hanya mengalami patah kaki akibat terperosok. Dia harus ditandu saat dievakuasi tim penyelamat.
Korban kemudian dibawa ke RS BIMC, Nusa Dua, Badung, Bali.
"Dia agak stabil, cuma ada patah cuma persisnya di kaki daerah mana itu," ujar Darmada.
Advertisement
Seperti diberitakan, Robert Jacob Matthew (29) terjatuh di dalam bekas penampungan air di sebuah kebun warga. Tepatnya, di Jalan Alila Blimbing Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.
"Informasi dari masyarakat adanya WNA terjatuh di dalam bak bekas penampungan air di sebuah kebun warga," kata Kapolsek Kuta Selatan, AKP Yusak Agustinus Sooai, Sabtu (6/6) lalu.
Peristiwa itu berawal pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 11.45 Wita. Saat itu seorang warga atau saksi mencari makanan sapi di kebun dekat rumahnya.
Kemudian, mendengar suara orang berteriak meminta tolong di dalam bekas penampungan air yang berada di kebun dan jaraknya sekitar 100 meter dari Jalan Raya dan lokasinya juga sunyi.
Namun, karena saksi ketakutan mendengar suara tersebut. Maka, saksi memanggil keluarganya dan akhirnya bersama warga lainnya menuju lokasi dan ternyata ada warga asing dibekas penampung air setinggi 5 meter itu.
Melihat hal itu, warga mencari tangga untuk digunakan mengevakuasi Matthew. Namun korban mengaku tidak bisa menggerakkan badannya, karena sudah 6 hari ada di lubang itu. Kemudian, warga berinisiatif untuk memberi makan dan minuman seadanya.
"Dia tidak kuat untuk menggerakkan badannya lagi dan (warga) berinisiatif memberikan makanan dan air minum seadanya buat dimakan. Karena, informasi dari korban sudah berada di lokasi sumur itu dengan ketinggian sekitar 5 meter sudah selama 6 hari," imbuh AKP Yusak.
Selanjutnya, saksi melaporkan peristiwa tersebut kepada petugas dan pada pukul 13.12 Wita Tim Basarnas Bali tiba untuk melakukan evakuasi.
Dari keterangan korban, dirinya terjatuh karena dikejar anjing.