Brigadir Leonardo Latupapua tewas usai menjadi korban penyerangan yang dilakukan oleh AR (20). Anggota Polsek Daha Selatan ini diserang oleh pria yang diduga simpatisan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) pada Senin (1/6) sekitar pukul 02.15 Wita.
Brigadir Leonardo diserang oleh AR dengan menggunakan sebilah pedang. Sehingga, korban langsung meninggal dunia di lokasi kejadian usai terkena sabetan dari senjata tajam tersebut.
Dengan adanya insiden tersebut, Kapolri Jenderal Idham Azis turut berduka cita atas musibah yang menimpa anggotanya. Ia pun memberikan bantuan terhadap keluarga korban.
"Atas kejadian tersebut Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis turut berbela sungkawa dan memberikan santunan kepada keluarga korban," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Mochamad Rifai dalam keterangannya, Senin (1/6).
Santunan tersebut juga diberikan oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Nico Afinta yang langsung menyambangi kediaman korban.
"Kapolda Kalsel juga mengunjungi rumah sakit dan mengunjungi rumah almarhum Brigadir LL dan memberikan santunan kepada keluarga Brigadir LL," ujarnya.
Tak hanya mendapatkan bantuan atau santunan dari Kapolri saja, Brigadir Leonardo juga mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa.
"Kapolri juga menaikkan pangkat setingkat lebih tinggi kepada korban," ungkapnya.
Advertisement
Sebelumnya, Brigadir Leonardo Latupapua yang merupakan anggota Polsek Daha Selatan menjadi korban penyerangan terhadap Orang Tak Kenal (OTK). Leonardo tewas setalah diserang dengan menggunakan samurai pada Senin (1/6) sekitar pukul 02.15 Wita.
Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Mochamad Rifai mengatakan, penyerangan yang dilakukan oleh OTK tersebut tak hanya terhadap Leonardo saja. Tetapi juga terhadap satu anggota polisi lainnya.
"Pria tersebut menyerang dengan melakukan pembacokan menggunakan samurai yang mengakibatkan dua anggota polisi terluka satu diantaranya meninggal dunia," kata Rifai dalam keterangannya.
Ia menegaskan, tindakan tegas yang diambil oleh petugas tersebut dilakukan. Setelah sebelumnya pelaku lebih dulu diberikan peringatan untuk menyerahkan diri, namun peringatan itu tak diindahkan oleh pelaku.