Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan produsen minuman beralkohol atau minuman keras (miras) beralih memproduksi hand sanitizer di tengah pandemi virus corona. Menurutnya, produk hand sanitizer lebih bermanfaat ketimbang membuat aneka jenis miras.
"Tapi tadinya dipakai buat minuman, dipakai buat arak, dipakai buat ballo (miras daerah), pakai buat tuak, dibuat cap tikus, ini dialihkan, berhenti minuman-minuman itu, alihkan membuat alkohol sanitizer untuk antiseptik," kata Tito di Kanal Youtube Livestreaming Kemendagri, Jumat (17/4).
Menurutnya, semua elemen masyarakat harus gotong royong dalam membuat alat 'perang' untuk menghadapi virus corona.
"Kita harus all out semua baik pemerintah, swasta, masyarakat juga bergerak semua untuk memproduksi alat perang kita menghadapi Covid-19," ujar dia.
Dia mencontohkan, PT Wilmar Nabati Indonesia dan Tanoto Foundation, sebuah perusahaan yang memproduksi minyak goreng beralih membuat hand sanitizer. Tito telah menerima bantuan berupa peralatan medis dan bahan untuk hand sanitizer dari PT Wilmar Nabati Indonesia dan Tanoto Foundation.
"PT Wilmar adalah salah contoh sukses dari konversi pabrik minyak goreng menjadi produsen deterjen sebagai alat perang melawan Covid-19," tutur Tito.