Menpora Minta Para Atlet Patuhi Aturan PSBB Demi Menjaga Kesehatan & Keselamatan

Zainudin mengatakan saat ini adalah fokus pada keselamatan. Baginya kegiatan pelatnas bisa jadi sia-sia kalau sang atlet nantinya malah terinfeksi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menpora Minta Para Atlet Patuhi Aturan PSBB Demi Menjaga Kesehatan & Keselamatan
Tiga Kiat Jitu Menpora Putus Rantai Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menekankan keselamatan atlet menjadi yang utama di masa pandemi corona. Baginya di masa ini keselamatan lebih penting dari prestasi.

Daerah DKI Jakarta mulai hari ini memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan Pemprov DKI Jakarta membuat beberapa fasilitas ditutup dan membatasi jumlah orang dalam perkumpulan.

Hal ini tak terkecuali untuk gedung olahraga dan kegiatan olahraga. Memang kegiatan ini diharapkan memutus penyebaran virus corona yang sedang mewabah.

Dengan adanya kegiatan ini, tentu akan mempengaruhi kepada beberapa cabang olahraga yang tetap masih menggelar pemusatan latihan. Sebut saja bulutangkis di Cipayung dan angkat besi.

Memang pelatnas ini dilakukan oleh setiap cabor demi menjaga prestasi. Hal ini pun dimaklumi oleh Zainudin Amali selaku Menpora.

Namun di masa pandemi saat ini, menteri asal Gorontalo ini setiap cabor mematuhi peraturan pemerintah. Sebab jangan sampai demi prestasi justru mempengaruhi keselamatan atlet.

"Kita harus patuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Kalau dinyatakan tidak bisa maka jangan memaksakan diri. Yang paling penting sekarang diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan para atlet, pelatih, dan ofisial," ucap Zainudin Amali.

Zainudin menambahkan saat ini adalah fokus pada keselamatan. Baginya kegiatan pelatnas bisa jadi sia-sia kalau sang atlet nantinya malah terinfeksi.

"Yang lain, kita urus setelah wabah virus Covid-19 ini selesai. Pelatnas kan tujuannya untuk prestasi atlet, tapi kalau sampai atlet atau pelatihnya sakit, apalagi jika penyakitnya membahayakan jiwa berarti sia-sia melakukan pelatnas. Kalau tak selamat maka prestasi tak mungkin diraih dan kita semua yang rugi," tukas ia.

Rekomendasi