Untuk mengantisipasi virus corona atau Covid-19, Pemerintah Kabupaten Jembrana akan merekrut relawan sebagai tim surveilans virus corona atau covid-19. Wakil Bupati Jembrana Kembang Hartawan menerangkan, para relawan nantinya bertugas membantu penelusuran kontak terhadap orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Jembrana, Bali.
"Melawan Covid-19, perlu peran kerja sama, disiplin serta keaktifan bersama untuk saling mengingatkan untuk tetap mematuhi anjuran pemerintah. Karena itu semuanya harus terlibat, tidak bisa mengandalkan pemerintah saja," kata Kembang Hartawan, Kamis (2/4).
Para relawan selain memantau juga dilatih memiliki tugas memberikan pelaporan kondisi serta memberi edukasi kepada warga. Selain itu, keberadaan Pecalang serta GP Ansor dalam pengamanan wilayah juga dinilai penting. Karena itu, Pemda berencana memberikan anggaran operasional bagi mereka guna mendukung tugas-tugas pengamanan kewilayahan. Khususnya, membantu pemerintah mendukung anjuran tinggal di rumah.
Rencananya dua relawan akan disiagakan di setiap desa di Jembrana. Adapun anggaran untuk program ini akan diambil dari sejumlah pos, di antaranya anggaran perjalanan dinas, pementasan seni, pameran kerajinan, penyelenggaraan rangkaian HUT Kota.
"Kita ingin Jembrana siap menghadapi corona. Karena itu saya usulkan ada penambahan ruang isolasi di RSU Negara dari yang awalnya 10 menjadi 100 bed. Terlebih saat ini RSU Negara statusnya sudah menjadi rumah sakit rujukan corona," ujar Kembang Hartawan.
Selain itu, untuk pembelian alat pengaman diri (APD), masker serta alat tes atau rapid test sebagai prasarana penunjang tenaga medis juga menurutnya mendesak untuk ditambah. Kemudian rencananya para tenaga medis akan diberikan insentif serta asrama untuk tempat tinggal sementara di dekat tempat kerja.
"Ini apresiasi bagi tenaga medis kita yang berjuang di garda terdepan melawan corona. Kita ingin mereka tetap fit dan fokus menjalankan tugas," jelasnya.
Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Jembrana Agung Putu Arisantha menyampaikan, ada 60 orang dalam pemantauan (ODP) di Kabupaten Jembrana per tanggal 2 April 2020.
Kemudian, dari jumlah tersebut, ada 32 masih dalam pemantauan dan 28 telah selesai pemantauan. Dari 32, sebanyak 29 telah dilakukan rapid test dan 9 sisanya belum.
Hasil dari rapid test, dua ODP terindikasi terpapar Covid-19 atau positif. Rapid test merupakan penyaringan awal untuk memastikan seseorang positif virus corona. Untuk itu, dua ODP tersebut telah diambil swab untuk dilakukan tes PCR di laboratorium RSUP Sanglah Denpasar.
"Satgas telah melakukan contact tracing kepada orang yang sempat kontak dengan ODP positif tersebut," ujarnya.