Pihak Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso menegaskan hanya ada satu pasien meninggal pada Kamis (12/3) kemarin. Yakni, pasien berjenis kelamin perempuan usia 37 tahun.
"Jadi saya ulangi, yang meninggal di sini hanya satu kemarin, pasien umur 37 tahun perempuan yang masuk sudah dengan ventilator. Bukan dua, satu itu bukan di sini. Sudah saya konfirmasi ke beliau, mungkin di rumah sakit yang lain," kata Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Mohammad Syahril di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Jumat (13/3).
Terhadap pasien meninggal, sudah diambil spesimen untuk mengetahui apakah kematiannya ada kaitan dengan virus corona atau tidak. Sampai Jumat siang, hasil laboratorium pasien tersebut belum keluar.
"Belum kami terima (hasil labnya)," ujarnya.
Dia tidak mau menjelaskan lebih detail soal pasien. Pasien itu rujukan salah satu rumah sakit pemerintah.
"Kan kita tidak boleh sebut identitas, kita sepakat pasien ini berasal dari rujukan rumah sakit pemerintah, dengan kondisi begitu sampai saat ini belum kita terima," tegasnya.
Advertisement
Sebelumnya, Juru Bicara terkait Penanganan Corona, Achmad Yurianto, menyebut dua orang meninggal dunia di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Namun, belum bisa dipastikan penyebab dua orang tersebut meninggal ada kaitannya dengan virus corona atau tidak.
"2 kasus yang tadi pagi dilaporkan dua kasus meninggal," kata Achmad Yurianto, saat jumpa pers, Kamis (12/3) malam.
Dua pasien yang mendatangi RSPI, kata dia, sudah dalam keadaan sakit berat. Terhadap keduanya, pihak rumah sakit sempat mengambil spesimen untuk dilakukan pemeriksaan.
"Karena memang pasien ini sudah masuk di RSPI sudah pemburukan dengan ventilator, kondisinya sudah buruk, sudah ada tanda-tanda sepsis," katanya.
"Kita sempat mengambil spesimennya untuk dilakukan pemeriksaan tetapi hasil belum keluar, saya berharap sore ini tadi belum keluar juga. Tetapi pasiennya sudah meninggal," sambung Yuri.
Dua pasien meninggal berjenis kelamin perempuan. Satu berusia 57 tahun, sedangkan pasien satunya usia 37 tahun.
Advertisement
Terhadap pasien usia 57 tahun, apabila hasil pemeriksaan diduga ada kaitan dengan virus corona makan dilakukan kontak tracing.
"Sekarang sudah terindentifikasi, keluarganya kooperatif dan enggak masalah," katanya.
Hal yang sama juga dilakukan pada pasien usia 37 yang ketika tiba di RSPI sudah sesak. Pasien rujukan salah satu rumah sakit ini tiba-tiba saja mengalami gangguan pernapasan.
"Kita juga sudah coba komunikasi dengan RS yang ngirim dan mereka mengatakan awalnya baik-baik saja. Kemudian sudah dua hari, tapi kami belum tahu data-data lengkapnya di RS tersebut, tiba-tiba jadi sesak, sesak semakin parah, baru dibawa ke RSPI sudah dalam keadaan gagal napas," katanya
Yuri menambahkan, pentingnya mengambil dua spesimen korban untuk bisa mengetahui apakah kematian keduanya ada kaitan dengan virus Corona atau tidak.
"Sehingga kita akan mengetahui, apakah kasus ini positif atau tidak sehingga kita akan tahu kontak-kontaknya dan akan tracing. Ini mutlak harus dilakukan. Sehingga jika tidak dilakukan jika pada konteks pengendalian penyebaran ini jadi riskan," jelasnya.