Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menolak rencana sandar kapal pesiar MV Coral Adventurer sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sederetan alasan jadi pertimbangan, hingga akhirnya keputusan itu dikeluarkan.
Kapal berbendera Australia itu sejatinya akan bersandar di pelabuhan Semayang pertengahan bulan ini, dengan mengangkut sekitar 70 turis. Mereka akan berwisata ke sejumlah tempat di Kalimantan Timur.
"Iya benar. Rencana mereka sandar di Semayang tanggal 15 Maret ini. Informasi saya dapatkan, sebagian penumpang dari Australia," kata Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (12/3).
Rizal menerangkan, setibanya di Balikpapan, para wisatawan di atas kapal itu akan berkunjung ke pusat rehabilitasi orang utan di Samboja, Kutai Kartanegara, kemudian ke Samarinda.
"Mereka mau jalan-jalan lihat orang utan di Samboja, kemudian ke Samarinda. Di Samarinda mau ke Desa Pampang, Citra Niaga, dan ke museum di Tenggarong (Kutai Kartanegara)," ujar Rizal.
Rizal punya alasan penolakan kapal itu bersandar di Balikpapan, dan sudah disampaikan kepada PT Pelindo. "Tentunya, untuk menjaga jangan sampai masyarakat resah. Karena kami tidak dapatkan informasi kapal itu melakukan perjalanan dari mana saja? Historinya, kami tidak dapatkan," terang Rizal.
"Jadinya kita ragu. Iya juga belum ada kepastian yang kami terima, bahwa mereka di atas kapal bebas itu (virus Corona)," ungkap Rizal.
Menilik ke belakang, kabar akan bersandarnya MC Coral Adventurer diperoleh dari KSOP Balikpapan. "KSOP awalnya menghadap saya, minta pertimbangan karena dapat informasi mau sandar. Mereka sulit memutuskan, dan akhirnya kita tidak rekomendasikan sandar di Semayang," demikian Rizal.