Tak Mau Diskriminasi, Alasan Tim Medis Tolak Sebutkan WNA Positif Corona di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COFID-19) Achmad Yuri berulang kali menegaskan tidak mau menyebutkan asal Warga Negara Asing (WNA) yang positif virus corona atau Covid-19.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Tak Mau Diskriminasi, Alasan Tim Medis Tolak Sebutkan WNA Positif Corona di Indonesia
Juru Bicara Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (COFID-19) Achmad Yuri berulang kali menegaskan tidak mau menyebutkan asal Warga Negara Asing (WNA) yang positif virus corona atau Covid-19. Dia berdalih tak ingin terjadi diskriminasi. Dia mengaku tidak mau terjadi seperti WNA Jepang yang merasa didiskriminasi.

"Makanya saya tidak akan mengatakan negara mana, karena itu (diskriminasi)," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (11/3).

Dia mengklaim perlakuan diskriminasi bukan dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Tetapi ada salah satu oknum yang mendiskriminasikan pasien WNA.

"Ya yang melakukan itu kan masyarakat wah ini orang bawa penyakit, gitu kan jadi enggak enak," ungkap Yuri.

"Ya itu yang saya sebut diskriminatif itu 'woi kamu orang kampung, orang ini' ," lanjut Yuri.

Yuri mengakui adanya komplain dari Pemerintah Jepang terkait pengumuman warga negara asing Jepang. Namun dia menyebut sudah berkomunikasi dengan dubes terkait.

"Sudah, sudah komunikasi sama saya, dan kita sudah langsung kontak kok melalui Kemlu juga," ungkap Yuri.

Untuk diketahui, sejauh ini ada tiga pasien positif corona yang merupakan warga negara asing. Yakni kasus 10, kasus 11 dan kasus 25. Kasus 25 dilaporkan meninggal dunia pada dini hari tadi.

Saat disinggung soal asal WNA dari empat negara episentrum corona, Korea Selatan, Italia, Iran, dan Jepang, Yuri menolak menjawab.

Rekomendasi