Seorang warga negara Italia dilaporkan Suspect Virus Corona di Dili, ibu kota negara Republik Democratic Timor Leste. Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus Corona, pihak Imigrasi Atambua, Belu, Nusa Tenggara Timur memperketat pengawasan di beberapa Pos Lintas Batas Negara Terpadu (PLBNT) yang tersebar di Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara dan Malaka.
Kepada merdeka.com, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, K. A. Halim menjelaskan, perbatasan yang diawasi ketat yakni Mota Ain di Belu, Mota Masin di Malaka, Wini dan Napan di Timor Tengah Utara, serta Pos Lintas Batas (PLB) Turiskain, Builalu, Laktutus dan Haumeniana.
"Saya mengantisipasi virus tersebut menyebar dengan cara melengkapi petugas peralatan pelindung diri, ketika memeriksa dokumen warga negara Timor Leste yang hendak masuk ke Indonesia," katanya, Selasa (10/3).
Menurutnya, informasi WN Italia yang Suspect Virus Corona didapatkan dari Sekretaris I Kantor Perwakilan KBRI Dili. Sehingga reaksi cepat yang diambil kini, yakni petugas dilengkapi alat pelindung diri sehingga tidak terjangkit.
"Saya perintahkan kepada seluruh petugas di perbatasan, baik di PLBNT Motaain, Motamasin, Wini dan Napan, maupun di PLB Turiskan, Builalu, Laktutus, Humeniana dalam melaksanakan tugas untuk melengkapi diri dengan masker, sarung tangan, sediakan Hand Sanitizer serta jaga kondisi badan supaya fit terus istirahat yang cukup dan makan vitamin," ungkap Halim.
Dia menambahkan, walaupun PLB Laktutus dan Builalu tidak ada perintah, namun petugas tetap disebar disana. "PLB Laktutus tidak ada pelintas, PLB Builalu tidak ada pelintas, PLB Haumeniana ada pelintas hanya tiga orang per bulan. Sementara PLB Turiskain ada pelintas setiap hari 7 sampai 12 orang perhari," tutupnya.
Informasi yang dihimpun, WN Italia yang Suspect Virus Corona telah diisolasi di sebuah rumah sakit di Dili, ibu kota negara Republik Democratic Timor Leste.