Tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Depok diikuti 5.196 peserta, Rabu (12/2). Tes dijadwalkan digelar selama empat hari, berakhir Sabtu (15/2). Ribuan peserta seleksi bertarung untuk memperebutkan 356 posisi berdasarkan formasi penerima CPNS 2019.
"Paling banyak dibutuhkan tenaga pendidikan sebanyak 230 orang, kesehatan sebanyak 47 orang, dan bidang 79 tenaga teknis," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok Supian Suri, Rabu (12/2).
Tes dibagi dalam empat gelombang per hari. Setiap gelombang diikuti maksimal 300 peserta. Khusus untuk Kamis (13/2), dibuat lima sesi dalam sehari. Untuk sesi akhir hanya 87 orang di hari Sabtu (15/2).
"Ini tahap ujian seleksi CPNS 2019 yang dilanjutkan di 2020. Untuk formasi CPNS 2019," paparnya.
Diakui dia bahwa kebutuhan ASN di Depok masih kurang banyak. Saat ini jumlahnya sebanyak 6.500 orang. Jumlah itu tidak sebanding dengan populasi yang mencapai 2 juta jiwa saat ini.
"Kebutuhan ASN kita besar. Untuk kebutuhan pegawai negeri di Depok sebanyak 13 ribu orang. Masih kurang banyak," tambahnya.
Untuk melayani warga Depok, Pemkot saat ini dibantu tenaga honorer sekitar 6.500 orang. Ditanya soal peniadaan tenaga honorer, pihaknya mengaku masih belum bisa berbuat banyak.
"Untuk seleksi Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) sama seperti seleksi CPNS. Kalau kita adakan kemungkinan (tenaga honorer) akan ada yang tidak lulus, karena kami masih butuh mereka untuk berjalannya roda pemerintahan," ucapnya.
Selain itu juga, BKPSDM Depok masih menunggu peraturan presiden (Perpres) tentang honor atau pembagian gaji P3K. Meski pihaknya sudah melakukan seleksi P3K pada 2019 lalu, dan sudah ada 186 orang yang lulus seleksi itu.
"Tahun lalu kita sudah lakukan perekrutan P3K. Kurang lebih 186 orang, mereka belum bekerja karena kami masih menunggu perpres soal yang mengatur gaji. Jadi kita harus hitung-hitung dulu gajinya berapa? Apakah disamakan dengan PNS, kami belum tahu, masih belum tahu," pungkasnya.