Cerita Korban Wedding Organizer Pandamanda Gelar Resepsi Pakai Janur Bekas

Markas Polres Metro Depok terus didatangi para korban penipuan wedding organizer (WO) Pandamanda. Mereka adalah calon pengantin yang ingin menanyakan perihal kejelasan acara pada Anwar sang pemilik WO.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Cerita Korban Wedding Organizer Pandamanda Gelar Resepsi Pakai Janur Bekas
Ilustrasi pernikahan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Karen Grigoryan

Markas Polres Metro Depok terus didatangi para korban penipuan wedding organizer (WO) Pandamanda. Mereka adalah calon pengantin yang ingin menanyakan perihal kejelasan acara pada Anwar sang pemilik WO.

Para korban rata-rata sudah membayar lunas biaya resepsi pada WO Pandamanda. Mereka mempercayakan karena paket yang ditawarkan terhitung murah dan diiklankan di sosial media.

Anjar Susilo (30) warga Sunter mengaku sudah melunasi biaya pernikahan. Dia membayar Rp50 juta. Rencana pernikahannya digelar Minggu (9/2). Namun hingga kini pihak WO belum melunasi pembiayaan vendor. "Saya dikabari oleh vendor, katanya gedung belum dilunasi, padahal acara kita tanggal 9 Februari dan sudah kami bayar lunas ke WO," katanya, Kamis (6/2).

Dia mengaku tergiur karena harga murah yang ditawarkan. Dengan uang Rp50 juta, dia dijanjikan mendapat 250 paket undangan, wedding ring, foto pre wedding, subsidi gedung dan katering. Tapi mendekati hari H, dia baru mendapat undangan dan foto pre wedding. "Itu pun setelah kami mengemis-ngemis karena tidak ada kabar untuk lakukan pre wedding," tuturnya.

Korban lainnya yaitu Isnaini (25) warga Bogor. Pernikahan yang diharapkan meriah dan lancar justru hanya terlaksana seadanya. Karena saat hari H pada 2 Februari 2020 kemarin, dia terpaksa menggunakan janur dan dekorasi bekas pengantin lain yang belum dilepas oleh pihak vendor.

"Dari pukul 14.00 hingga 16.00 sore, tidak ada katering sama sekali dan dekorasi pun akhirnya dibantu oleh pengelola gedung," katanya.

Dia juga mengaku sudah membayar Rp50 juta pada WO. Dia tahu promo tersebut dari media sosial. "Kita dapat informasinya dari instagram ada paket promo nikah murah dari Wedding Organizer Pandamanda, rupanya zonk gini," ucapnya sedih.

Dalam kasus ini, polisi telah menahan Anwar. Dia dijerat pasal 378 tentang penipuan. Anwar kini masih mendekam di sel untuk diminta keterangan lebih dalam. Sejauh ini sudah 40 pasangan yang menjadi korban dengan kerugian Rp2,5 miliar.

Dalih Kekurangan Karyawan

Membantah telah menipu, Anwar pemilik Wedding Organizer (WO) Pandamanda mengaku kekurangan karyawan. Bisnis yang telah digeluti sejak lama itu mengalami kendala di tiga tahun belakangan. Anwar beralasan dia kekurangan SDM sehingga tidak dapat memenuhi kewajiban pada kliennya.

Dia mengaku puncak kendala terjadi pada Minggu (2/2). Saat itu ada 10 event yang harus digelarnya. Namun hanya beberapa saja yang bisa digelar. "Kemarin Minggu 2 Februari kemarin ada 10 event, kendalanya di transportasi dan sumber daya manusia kita," kata Anwar, Kamis (6/2).

Anwar menjadi incaran para klien yang sudah menyetor uang hingga Rp50 juta dengan harapan resepsi pernikahan bisa berjalan meriah dan lancar. Nyatanya banyak dari para calon pengantin yang masih mengejar Anwar karena beberapa vendor belum dibayar oleh Anwar. Misalnya saja mulai dari gedung hingga katering.

Namun Anwar berkelit bahwa itu terjadi hanya karena terlambat pengiriman karena minimnya SDM. "Masalahnya karena keterlambatan pengiriman ya, makanan dan dekorasi, karena minim SDM," kelitnya.

Dia mengaku uang dari klien masih disimpan olehnya. Namun dia tidak tahu berapa jumlah yang tersebut. Dia juga berkelit kalau gagalnya sejumlah acara kemarin karena tidak adanya dana dari pihaknya. "Uangnya masih ada sebagian, nominalnya kurang tau karena semuanya ada di atm," akunya.

Kini, Anwar pun terpaksa mendekam di tahanan. Karena dia dianggap telah merugikan banyak pihak. Dia dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Rekomendasi