Kantor Perwakilan Maxim, Jalan H M. Sangaji, Gajahan Solo, Senin (16/12) siang disegel massa driver ojek online (Ojol). Penyegelan dilakukan sebagai simbol bahwa untuk sementara operasional kantor transportasi online tersebut ditutup.
Penutupan kantor perwakilan Maxim di Solo tersebut juga merupakan hasil kesepakatan negosiasi antara perwakilan ojek online dari Grab dan Go-Jek yang melakukan mediasi.
Dalam kesempatan tersebut Sugeng Murdowo yang merupakan perwakilan Ojol meminta Maxim untuk menyesuaikan tarif dengan ojol yang sudah beroperasi sebelumnya.
"Kalau hari ini belum bisa menyesuaikan, kita minta kantor ditutup dulu. Kalau tidak akan kita segel," katanya, Senin (16/12).
Arif Yudha, Kepala Kantor Perwakilan Maxim Solo mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Solo. Pihaknya tidak mempunyai kewenangan untuk menaikkan atau menurunkan tarif. Sebagai pelaksana di daerah, lanjut Yudha pihaknya hanya diberi wewenang untuk melayani pendaftaran, mengisi saldo dan membuat peta.
"Untuk sementara kita lakukan penutupan selama 3 hari, mulai hari ini. Tuntutan para driver Go-Jek dan Grab kita teruskan ke Jakarta," ujarnya.
Advertisement
Meskipun negosiasi berjalan alot, namun disepakati bersama untuk penutupan kantor. Pihak Maxim juga diminta secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kantor pusat terkait penyesuaian tarif sesuai peraturan pemerintah.
"Untuk kantor kami minta ditutup dulu, sebelum ada penyesuaian tarif. Untuk driver Maxim silahkan tetap beroperasi, kami tidak akan mengganggu, karena kita sama-sama cari makan," sambung Sugeng.
Usai penutupan operasional kantor perwakilan Maxim di Solo, massa ojol membubarkan diri dengan tertib.