Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Idham Azis yang telah dilantik sebagai Kapolri. Mantan Kapolri ini menyebut, banyak sekali tugas yang harus dikerjakan Idham di lembaga penegak hukum tersebut.
"Selamat bertugas," kata Tito di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (1/11).
Tito mengatakan, menjabat sebagai Kapolri tak gampang. Selain harus menyelesaikan persoalan internal lembaga, Kapolri harus memberikan pelayanan maksimal kepada publik.
"Jadi Kapolri enggak gampang karena internal saja harus ngurusin 450.000 orang. Eksternal ada 34 Polda, 500 lebih Polres, hampir 5.000 Polsek yang tersebar di seluruh wilayah. Kemudian melaksanakan tugas pokok pemeliharaan kamtibnas," jelasnya.
Kapolri, lanjut Tito, harus bisa memastikan bahwa penegakan hukum di Tanah Air berjalan dengan baik. Kasus-kasus kejahatan konvensional seperti perampokan, begal, ilegal logging, ilegal fishing di lingkungan masyarakat harus ditangani serius.
"Penegakan hukum itu enggak gampang di tengah negara yang sangat pluralistik, dan demokrasi yang cenderung bebas. Jadi permasalahan ideologis, politis, Pilkada tahun depan 270 daerah itu akan banyak sekali. Saya merasakan tiga tahun tiga bulan (jadi Kapolri) cukup berat," katanya.
Idham Azis dilantik Presiden Joko Widodo atau Jokowi pagi ini di Istana Negara Jakarta. Dia dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 97/Polri/Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Kapolri.
Bersamaan dengan pelantikan, Jokowi menaikkan pangkat Idham Azis menjadi Jenderal polisi dari sebelumnya Komisaris Jenderal. Kenaikan pangkat ini merujuk pada Keppres 98/Polri/2019 Tentang Kenaikan Dalam Golongan Perwira Polri.