Minim Lahan, Pemkot Solo Bakal Jadikan Area Pejalan Kaki Jadi Parkiran

Lahan parkir di jalur utama Kota Solo terus berkurang, seiring terus bertambahnya volume kendaraan bermotor. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) berencana memanfaatkan area pejalan kaki (city walk) di Jalan Slamet Riyadi sebagai area parkir tepi jalan (on street).

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Minim Lahan, Pemkot Solo Bakal Jadikan Area Pejalan Kaki Jadi Parkiran
Ilustrasi

Lahan parkir di jalur utama Kota Solo terus berkurang, seiring terus bertambahnya volume kendaraan bermotor. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) berencana memanfaatkan area pejalan kaki (city walk) di Jalan Slamet Riyadi sebagai area parkir tepi jalan (on street).

Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Henry Satya Negara mengatakan, saat ini pengguna kendaraan sering kesulitan untuk mendapatkan lokasi parkir, terutama jika ingin mengakses lokasi usaha di sisi selatan jalan.

"Selama ini area parkir di Jalan Slamet Riyadi hanya on street di utara jalan. Padahal lokasi usaha di sana banyak berada di sisi utara dan selatan," ujar Henry, Selasa (15/10).

Henry menyebut, kapasitas area parkir mandiri (off street) yang disediakan pemilik usaha di jalur utama tersebut saat ini hanya berkisar 20 persen dari total kebutuhan lahan. Akibatnya, sering terjadi pelanggaran parkir di area city walk, hingga adanya penggembokan. Menurutnya, dengan penyediaan lahan parkir di city walk, bisa mengurai persoalan tersebut.

"Kami baru menyelesaikan kajian awal ekstensifikasi parkir di city walk. Baru identifikasi masalah di lapangan dan potensi pemanfaatan. Kami segera berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait," jelasnya.

Henry menambahkan, saat ini kawasan city walk masih ditetapkan sebagai zona larangan parkir. Area city walk hanya diperuntukkan sebagai jalur pedestrian. Area sisi selatan jalan tersebut bahkan sudah bebas dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL).

Rekomendasi