Merasa Nama Baik Dicemarkan, Novel Bamukmin Ancam Polisikan Ninoy Karundeng

Katanya, ada beberapa media yang telah menyudutkan dirinya atas pernyataan relawan Jokowi itu. Menurutnya, hal ini telah mencemarkan nama baiknya.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Novel Bamukmin Ancam Polisikan Ninoy Karundeng
Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin. ©2018 Liputan6.com

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin meminta Ninoy Karundeng menjelaskan siapa yang dimaksud 'Habib' dalam kasus pemukulan dan penculikan terhadap dirinya. Sebab, Ninoy mengaku mau dibunuh oleh pelaku yang ia sebut sebagai 'habib'.

"Nah Ninoy harus jelas siapa yang dimaksud dengan Habib, harus jelas karena kalau yang dimaksud habib itu fiktif atau mengada-ngada maka saya akan laporkan balik," katanya dalam pesan singkat, Selasa (8/10).

Katanya, ada beberapa media yang telah menyudutkan dirinya atas pernyataan relawan Jokowi itu. Menurutnya, hal ini telah mencemarkan nama baiknya.

"Ada media telah jelas menyebut nama saya dan jelas merugikan nama baik saya yang saya juga sebagai penegak hukum atau pengacara, sangat mengancam reputasi saya dimata masyarakat," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ninoy Karundeng menceritakan soal kasus penculikan dan penganiayaan dialaminya di sekitar Masjid Al Falah, Pejompongan, Jakarta Pusat. Ninoy mengaku mau dibunuh oleh pelaku yang ia sebut sebagai 'habib'.

Ninoy mengaku, saat disekap sempat mendengar seseorang yang dipanggil 'habib' menginterogasinya dan mengancam akan membelah kepalanya.

"Ada seorang yang dipanggil habib itu memberi ultimatum kepada saya bahwa waktu saya pendek, karena saya akan dibelah kepala saya," kata Ninoy dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/10).

Katanya, pelaku memukul dirinya sembari diinterogasi. "Dia interogasi dan dia memukuli saya dan pemukulan itu bukan yang pertama, sejak saya masuk setiap ada interogasi, saya selalu dipukuli," ujarnya.

Rekomendasi