Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri pembukaan 3rd World Irrigation Forum ke 3, bertempat Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (2/9).
Acara tersebut digelar oleh International Commission on Irrigation and Drainage (ICID-CIID) dan Indonesian National Committee of ICID (INACID) serta Kementerian PUPR.
"Ini adalah forum irigasi dunia yang ketiga. Kebetulan ada beberapa Bapak-bapak menteri yang datang di sini. Itu membahas tentang irigasi ke depan," kata Basuki.
Basuki juga menyampaikan, dalam forum ini dari Indonesia akan menyampaikan mengenai ketahanan air untuk meningkatkan pangan di Indonesia.
"Kalau di Indonesia, kita ini juga sedang membangun 65 bendungan untuk bisa meningkatkan ketahanan air. Jadi kita ini akan menyampaikan bahwa bendungan bukan berarti merusak lingkungan tapi justru untuk meningkatkan ketahanan air dalam rangka meningkatkan produksi pangan di Indonesia," imbuh Menteri Basuki.
Menteri Basuki juga menjelaskan, adanya bendungan dan mengalirnya air dari irigasi bisa melakukan beberapa kali penanaman. Sehingga, produksi pangan di Indonesia mampu meningkat.
"Saya selalu bilang dari air dengan adanya irigasi ini berapakali tanam. Jadi intensitas tanam kita naikkan untuk bisa menaiki produksi pangan itu," katanya.
Menteri Basuki juga menjelaskan, untuk 65 bendungan, tahun ini baru 8 bendungan yang masih proses tender sementara sisanya 57 sudah mulai dikerjakan. Seperti membangun Bendungan Sidan di Kabupaten Badung dan Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng, Bali dan diwilayah lainnya seperti NTB dan NTT.
"Tahun ini masih ada 8 lagi yang mau di tender tapi 57 sudah on goin. Beberapa sudah selesai kayak di Bali ini kemarin saya lihat di Sidan dan Tamblang. Di NTB ada beberapa bendungan di NTT ada 7 bendungan. Di daerah kering itu harus ada air," ujar Basuki.