Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dibuat berang terkait informasi banyaknya pejabat yang meminta tiket menonton konser Westlife di Palembang beberapa hari lalu. Tak tanggung-tanggung, jatah yang harus disiapkan sebanyak 500 tempat duduk, kelas VIP pula.
Deru mengaku baru mendengar kabar itu setelah dikonfirmasi wartawan. Sebab, dia tidak menonton konser karena menghadiri sebuah acara.
"Saya tidak datang malam itu, tidak menonton karena ada acara, masih kerja," ungkap Deru, Jumat (23/8).
Deru menegaskan akan mencari pejabat-pejabat yang bertindak demikian. Dia akan menegur yang bersangkutan karena membuat malu dan berdampak pada hilangnya kepercayaan promotor terhadap provinsi itu.
"Yang minta siapa, saya cari tahu dulu. Tidak boleh seperti itu, saya tegur mereka (pejabat)," tegasnya.
Jika benar adanya, Deru menyayangkan ulah pejabat tersebut karena promotor menyiapkan banyak tiket untuk dijual dan mengembalikan modal event atau meraup keuntungan. Namun jika itu tidak terbukti, dia akan memberikan teguran keras kepada promotor.
"Tiket itu kan mau dijual, kenapa diminta. Tapi promotor juga harus hati-hati, kalau tidak ada (informasi itu), saya tegur mereka," tegasnya.
Diketahui, Westlife menggelar konser di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (18/8) malam.
Panitia menyiapkan 20 ribu tiket bagi masyarakat yang ingin menonton konser group band asal Inggris bertajuk 'Westlife-The Twenty Tour 2019' itu. Tiket dibagi menjadi empat kelas yakni silver seharga Rp500 ribu, gold (Rp950 ribu), platinum (Rp1,45 juta), dan VVIP (Rp1,95 juta).