Seorang terduga teroris berinisial IM menyerang polisi di Polsek Wonokromo, Surabaya. Berbekal senjata tajam, ia membacok seorang polisi hingga luka parah. Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menuturkan, tersangka diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris. Hal itu didapatkan dari hasil interogasi sementara, yang dilakukan pihaknya.
"Inisialnya IM, dari interogasi sementara diduga yang bersangkutan melakukan amaliyah," kata Barung, Sabtu (17/8).
Kronologi penyerangan tersebut bermula sekitar pukul 16.45 WIB (sebelumnya ditulis 18.00 WIB), IM mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu di Polsek Wonokromo. Saat itu IM mengaku hendak membuat laporan.
Laporan IM diterima oleh Aiptu Agus, anggota SPKT Polsek Wonokromo. Saat ditanya mengenai keperluannya, tiba-tiba IM membacokkan senjata tajam yang dibawanya ke Aiptu Agus.
Akibatnya, Aiptu Agus terluka dan berteriak minta tolong. Teriakan korban ini pun didengar anggota Reskrim yang berada di lokasi. Anggota tersebut lantas melakukan penembakan terhadap tersangka.
Pelaku yang dapat dilumpuhkan lalu diinterogasi oleh polisi. Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya disebut oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, kertas berlambang ISIS, serta sejumlah senjata dalam ransel pelaku.
"Bukti yang diamankan clurit, pisau panjang, kemudian ketapel, air soft gun dan barang bukti lainnya," ujar Sandi, Sabtu (17/8).
Kini, pelaku pun dikeler oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri untuk pengembangan penyidikan.
"Dibawa Detasemen 88 Mabes Polri. Kita lakukan pengembangan itu. Dilumpuhkan dengan teknis kepolisian," kata Frans Barung Mangera.