Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo sudah mendata dampak banjir lahar dingin atau lahar hujan di kaki Gunung Sinabung, tadi malam. Saat ini pembersihan pun mulai dilakukan di lokasi yang terdampak.
"Berdasarkan pendataan kita, terdapat 4 unit rumah warga dan 1 puskesmas yang terendam banjir lahar dingin," ucap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo, Natanail Perangin-angin, Kamis (11/7).
Rumah dan puskesmas yang terendam lahar dingin berada di Desa Kutambaru, Kecamatan Munte. Rumah itu milik Johanes Sembiring, Jaka Surbakti, Juhen Sembiring, dan Masliani Br Barus.
Akses jalan di kawasan itu juga terputus, yakni di jalan menuju Desa Perbaji, akses utama jalan ke Desa Kutambaru, dan jalan penghubung Tiganderket menuju Kutabuluh dan sebaliknya.
"Untuk menuju desa-desa itu harus melalui jalur lain atau jalur alternatif," jelas Natanail.
Saat ini BPBD, TNI, relawan bersama masyarakat berupaya membersihkan material yang dibawa bankir lahar dingin.
"Kita juga berkoordinasi dengan pihak swasta yang memiliki alat berat untuk melaksanakan pembersihan sisa-sisa material dari Gunung Sinabung yang terbawa banjir lahar dingin," jelas Natanail.
Seperti diberitakan, banjir lahar dingin terjadi di kaki Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumut, Rabu (10/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Satu unit puskesmas dan sejumlah ruas jalan terputus akibat kejadian itu.