Khawatir Tsunami, Sejumlah Warga Pesisir Pantai di Ternate Enggan Kembali ke Rumah

Fadli mengungkapkan, dirinya membawa ketiga anak dan istrinya menggunakan mobil ke daerah dataran tinggi meskipun telah ada peringatan berakhirnya potensi tsunami di daerah Malut.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Khawatir Tsunami, Sejumlah Warga Pesisir Pantai di Ternate Enggan Kembali ke Rumah
Ilustrasi gempa. Ilustrasi shutterstock.com

Sejumlah warga berdomisili di pesisir pantai Ternate, Maluku Utara (Malut) khawatir dan enggan kembali ke rumah pasca-peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG. Mereka memutuskan tetap mengungsi karena masih panik dan khawatir akan terjadinya tsunami.

"Akibat gempa berkekuatan 7,1 Skala Richter sekitar 24.08.39 WIT, hingga kini kami masih mengungsi ke rumah keluarga yang berada di kawasan Kalumata Puncak," kata salah seorang warga pesisir Kalumata, Muhammad Fadli seperti dilansir dari Antara, Senin (8/7).

Gempa bumi di sekitar lokasi:0.51 LU, 126.18 BT 135 km Barat Daya Ternate dengan kedalaman 10 Km mengakibatkan sebagian warga pesisir pantai di Ternate ada yang masih bertahan di rumah kerabat yang berada di kawasan puncak.

Fadli mengungkapkan, dirinya membawa ketiga anak dan istrinya menggunakan mobil ke daerah dataran tinggi meskipun telah ada peringatan berakhirnya potensi tsunami di daerah Malut.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, Hasyim Yusuf mengungkapkan, gempa berkekuatan 7,1 SR itu membuat warga panik dan berlarian ke daerah ketinggian.

Akan tetapi, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan berbagai sarana infrastruktur akibat dari guncangan gempa tersebut.

Kendati demikian, dirinya menginstruksikan personelnya untuk tetap melakukan pemantauan pascagempa yang terjadi di Ternate dan berbagai daerah lainnya di wilayah Malut.

Rekomendasi