Perawatan medis terhadap pelaku ledakan di Pos Pengamanan Pertigaan Tugu Tani Kartasura dipindahkan ke Rumah Sakit Prof Awaludin Djamin atau RS Bhayangkara, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pelaku yang diketahui bernama Rofik Asharudin (22) dibawa menggunakan ambulans dengan pengawalan ketat dari anggota Densus 88 Antiteror serta Brimob Polda Jateng tiba di RS Bhayangkara pada pukul 05.30 WIB, Selasa (4/6).
Sebelum dibawa masuk ruang Instalasi Gawat Darurat, pelaku terlihat dalam kondisi sadar dengan bagian tangan dan kaki dibalut perban. IGD RS Bhayangkara Semarang tampak dijaga oleh beberapa polisi bersenjata lengkap dan berpakaian preman.
Sebelumnya, pelaku sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah dan RSUD Moewardi Surakarta.
Polisi telah melakukan penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti di rumah pelaku bom bunuh diri yang beralamat di Kampung Kranggan Kulon RT01/RW02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.
Pelaku tinggal bersama kedua orang tua dan sehari-hari dikenal pendiam serta jarang berinteraksi dengan warga sekitar.
Pospol Belum Digunakan Lagi
Pos Pantau Polres Sukoharjo di simpang Kartasura yang diguncang ledakan diduga bom pada Senin (3/6) malam belum dioperasikan lagi pada Selasa pagi.
Kepala Pos Pantau Kartasura Iptu Tri Mulyana mengatakan pos pengamanan tersebut belum bisa dioperasikan setelah terjadinya teror tersebut.
"Masih akan ada olah tempat kejadian peristiwa," kata dia.
Meski demikian, kata dia, petugas tetap melaksanakan tugasnya dalam rangka mengatur kelancaran arus lalu lintas di persimpangan yang mempertemukan kendaraan dari arah Solo, Semarang dan Yogyakarta itu.
Setelah kejadian pada Senin (3/6) malam, kata dia, arus lalu lintas juga sudah kembali normal.
Arus kendaraan di sekitar lokasi kejadian pada Senin (3/6) malam sempat dialihkan.
Sementara itu, petugas laboratorium forensik juga masih melakukan olah TKP untuk mencari tambahan barang bukti atau petunjuk yang ada di lokasi.