Anggota Densus 88 disebut menemukan bahan peledak dalam penggeledahan di sebuah gerai Ponsel Wanky Cell di Jalan Muhtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi pada Rabu (8/5).
"Ada bubuk di plastik, kemudian cairan di dalam botol," kata Ketua RT 3 RW 3, Zakaria, Rabu (8/5) malam.
Zakaria ikut menyaksikan proses penggeledahan yang dilakukan oleh aparat Densus 88 sejak pukul 16.00 WIB. Menurut dia, diduga bahan peledak disimpan di ruang bagian belakang.
"Yang menunjukkan pelaku lewat panggilan video call," kata Zakaria.
Menurut dia, pemilik gerai itu adalah SL, terduga teroris yang ditangkap di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi pada Sabtu dini hari lalu. Ia memastikan Densus di gerai itu hanya melakukan penggeledahan. Sampai pukul 19.25 WIB, aparat masih melakukan penggeledahan.
"Di sini tidak ada yang ditangkap," ucap Zakaria.
Sebelumnya, anggota Densus 88 Antiteror Polri menggeledah sebuah gerai ponsel di Jalan Muhtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Rabu (7/5). Diduga penggeledahan itu berkaitan dengan aksi tindak pidana terorisme.
"Tadi mulai pukul 16.00 WIB, banyak polisi datang," ujar pedagang jus buah persis di depan lokasi.
Pria berpeci yang tak mau disebut namanya ini mengatakan, ketika anggota Densus tiba di lokasi, konter handphone itu masih dalam keadaan buka. Namun, begitu polisi datang gerai bernama Wanky Cell langsung ditutup.
"Saya tidak melihat ada yang dibawa, mungkin cuma penggeledahan saja mencari barang bukti," kata dia.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, gerai ponsel dengan rolling door warna biru sekarang dijaga aparat Densus 88 bersenjata lengkap. Garis polisi dipasang radius 30 meter agar warga tak mendekat.
Aktivitas Densus ini mengundang perhatian warga. Sehingga menimbulkan kemacetan. Sebab, pengguna jalan melambatkan kendaraannya. Sampai pukul 19.00 WIB, Densus masih melakukan penggeledahan.