Gunung Agung Erupsi, Wisatawan Diminta Persiapkan Diri Jika Bandara Ditutup

Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurohim mengatakan, wisatawan yang akan berkunjung ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali harus memiliki rencana cadangan. Karena, bisa saja sewaktu-waktu bandara ditutup karena terkena paparan abu vulkanik.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Gunung Agung Erupsi, Wisatawan Diminta Persiapkan Diri Jika Bandara Ditutup
Bandara I Gusti Ngurah Rai. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Erupsi kembali terjadi pada Gunung Agung pada pukul 18.56 Wita, dengan tinggi kolom abu teramati 3.000 meter di atas puncak gunung. Untuk itu wisatawan yang berada di Bali disarankan untuk memiliki rencana cadangan jika Bandara Ngurah Rai ditutup.

Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurohim mengatakan, wisatawan yang akan berkunjung ke Bali melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali harus memiliki rencana cadangan. Karena, bisa saja sewaktu-waktu bandara ditutup karena terkena paparan abu vulkanik.

"Harus menyiapkan plan B rencana keberangkatan dan kedatangan ke dan (keluar) dari Bali. Jika sewaktu-waktu air port closed. Karena ini kehendak alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan datang (erupsi lagi). kalau ada faktor-faktor yang harus closed ya closed," katanya saat dikonfirmasi, Minggu (21/4) malam.

Namun, dia menjelaskan, saat ini bandara tidak terdampak erupsi yang terjadi pukul 18.56 Wita. Sebab dari data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) Pos Pengamatan Gunung Api Agung, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat.

"Kemungkinan tidak, dari data BMKG (arah angin) ke selatan ke barat daya," tutupnya.

Rekomendasi