Berau Masuk Peta Jaringan Terorisme di Indonesia

Warga Berau, Kalimantan Timur, dikejutkan penangkapan terduga teroris, M Zulkifli (18) alias Abu Arkam. Tidak terkecuali, Wakil Bupati Agus Tantomo. Dia menyebut, Berau kini masuk peta rencana aksi terorisme.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Berau Masuk Peta Jaringan Terorisme di Indonesia
Ilustrasi Densus 88. ©2018 Liputan6.com

Warga Berau, Kalimantan Timur, dikejutkan penangkapan terduga teroris, M Zulkifli (18) alias Abu Arkam. Tidak terkecuali, Wakil Bupati Agus Tantomo. Dia menyebut, Berau kini masuk peta rencana aksi terorisme.

"Mulai kemarin itu, Berau masuk dalam peta terorisme Indonesia. Kita selama ini, benar-benar tidak pernah menyangka, Berau jadi salah satu sasaran teroris," kata Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo, kepada wartawan di Tanjung Redeb, Berau, Kamis (21/3).

Dia mengingatkan warganya untuk lebih peduli lingkungan sekitar untuk mengantisipasi aksi teror.

"Ini mengingatkan kita, semua pihak ada peran aktifnya. Terutama masyarakat ya. Sebab, pola mereka ini, berbaur dengan masyarakat biasa," tambah Agus.

Agus telah memerintahkan jajarannya hingga di tingkat RT, untuk lebih aktif mendata warga pendatang. Operasi kependudukan atau yustisi harus rutin dilakukan. RT diminta lebih aktif mendata warga pendatang.

"Kita semua tentu jadi khawatir ya. Tapi, mudah-mudahan kejadian ini, pertama dan terakhir. Memastikan itu, saya sudah minta ke RT, untuk aktif operasi yustisi. Misal, pendatang dalam waktu 1x24 jam mesti lapor. Kelihatannya itu sepele, tapi itu penting," pungkas.

Diketahui, Densus 88 Antiteror Polri, menangkap terduga teroris jaringan Sibolga, M Zulkifli alias Abu Arkam, di Berau, Selasa (19/3) pagi, di kawasan Jalan Durian III, Tanjung Redeb. Abu Arkam, disebut telah dibawa ke Mabes Polri, untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menyebut, diduga dia berencana merampok bank, untuk modal melakukan aksi teror.

Rekomendasi